Manfaat BRILink bagi Nelayan di Pesisir Kabupaten Sukamara

Permudah Akses Permodalan dan Angsuran, Usaha pun Lancar

nelayan sukamara
CALON NASABAH: Agen BRILink Anjang Isai saat membantu salah seorang nelayan untuk mendapatkan kredit pinjaman dari BRI. (Istimewa/Radar Sampit)

Masuknya jaringan internet ke wilayah pelosok membuat masyarakat mulai bertransformasi digital. Transformasi itu pun meningkatkan inklusi keuangan masyarakat melalui agen BRILink, termasuk di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah.

FAUZIANNUR, Sukamara | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Suatu hari, Jailami (51) yang bekerja sebagai nelayan di pesisir Pantai Lunci itu bingung. Mesin perahunya rusak. Dia tidak bisa pergi ke laut menangkap ikan.

Ditengah mencari cara untuk membeli peralatan mesin yang rusak, pikirannya bertambah galau tatkala melihat pukat (jaring) ikan miliknya sudah banyak sobek lantaran dimakan usia. Jaring miliknya perlu diganti.

Dia tak memiliki cukup biaya untuk membeli peralatan mesin dan mengganti jaring ikan yang baru. Kemudian dia teringat dengan salah seorang rekannya yang kerap membantu nelayan mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia mencoba berdiskusi dengan rekan sesama nelayan itu.

Jailami diminta melengkapi persyaratan yang diminta untuk pengajuan kredit. Melalui rekannya yang merupakan agen BRILink itu, akhirnya dia bisa mendapatkan pinjaman KUR BRI. Mesin perahu yang rusak itupun segera diperbaiki dan membeli peralatan tangkap ikan yang baru.

“Saya sudah tiga kali ini memanfaatkan KUR. Pinjaman pertama 25 juta, kedua 25 juta, dan ketiga ini mendapatkan 50 juta. KUR sangat membantu kebutuhan nelayan. Bunganya rendah dan angsurannya terjangkau,” kisah Jailami, Senin (4/12/2023).

Kemudahan dalam mengakses permodalan maupun pembayaran melalui agen BRILink setempat juga dirasakan oleh Ahmad Juhrani (30). Warga Desa Sungai Tabuk ini memanfaatkan program KUR BRI dalam menunjang usahanya. Pinjaman yang didapat dipergunakan untuk memperbaiki perahu dan membeli jaring ikan baru. Selebihnya dijadikan modal usaha istrinya di rumah dengan berjualan pulsa elektrik.

“Saya pinjam (KUR) sudah tiga kali ini. Pertama 15 juta, kedua 25 juta dan ketiga 25 juta. Alhamdulillah prosesnya cepat. Pengajuan KUR saya dibantu Anjang Isai,” cerita Juhrani, Selasa (5/12/2023).

Jailami dan Ahmad Juhrani merupakan dua diantara para nelayan yang menjadi nasabah BRI di wilayah pesisir pantai Kabupaten Sukamara. Para nasabah ini dikelola oleh Agen BRILink Anjang Isai di Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci. Saat ini jumlah nasabah yang dikelolanya mencapai 300 orang lebih, terdiri dari nasabah KUR, UMI, maupun komersil.

Hampir 95 persen berprofesi sebagai nelayan laut di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai. “Warga yang datang meminta bantuan untuk menguruskan pinjaman KUR tidak saja dari Desa Sungai Tabuk, tetapi juga ada dari desa lainnya seperti Desa Cabang Barat, Sungai Pasir, Sungai Damar, Sungai Raja, Bundung hingga Sungai Baru di Kecamatan Jelai,” jelas Anjang Isai, yang mempunyai nama lengkap Saipudin ini.

Dia bergabung dengan Agen BRIlink sejak tahun 2015. Bermodal awal Rp 15 juta. Anjang Isai pun mulai menjalankan berbagai transaksi keagenan, termasuk membantu pengurusan pinjaman kredit warga.

Tahun 2017, nasabah mulai bertambah. Hingga akhirnya dia mendapatkan sertifikat keagenan BRILink dan mesin Electronic Data Center (EDC) BRI sebagai penunjang operasionalnya. Kini modalnya pun bertambah seiring meningkatnya jumlah transaksi pelayanan.

“Dulu, jika ingin menyetor angsuran para nasabah, saya kumpulkan dulu setoran empat hingga lima nasabah, kemudian saya antar langsung ke BRI Sukamara. Jika hanya satu nasabah, tentu rugi ongkos perjalanan. Sekarang sudah nyaman, bisa menggunakan mesin ini (EDC). Kapan pun nasabah bisa terlayani. Bisa siang, malam, bahkan dini hari,” ceritanya, sembari menunjukan mesin EDC tersebut.

Pos terkait