Marsinah, Nyala Abadi Perjuangan Buruh Menuju Pahlawan Nasional

marsinah 1
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (lima kanan) bersama Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi (empat kiri), dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandi Cahyo Saputro (kanan) di depan Monumen Pahlawan Buruh Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (19/10/2025). ANTARA/Anita Permata Dewi

Marsinah lahir di Nganjuk pada 10 April 1969, anak kedua dari pasangan Mastin dan Samini. Kehidupannya sederhana. Setelah ibunya meninggal saat ia masih kecil, Marsinah diasuh oleh sang nenek.

Namun di balik kesederhanaan itu, tumbuh api keberanian yang menyala tanpa takut padam.

Bacaan Lainnya

Sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, Marsinah dikenal vokal dan cerdas. Ia aktif dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) unit kerja PT CPS.

Keteguhan hatinya memperjuangkan hak-hak buruh membuatnya dihormati sekaligus “dibidik”. Tahun 1993, Marsinah ditemukan tewas setelah tiga hari diculik. Tubuhnya penuh luka penyiksaan.

Namun, kematiannya justru menyalakan api yang lebih besar. Ia menjadi simbol perlawanan dan suara bagi mereka yang tak bisa bersuara.

Makam Marsinah berada di pemakaman umum (TPU) di Desa Nglundo. Mudah untuk menemukan makamnya karena memiliki ciri khas dibanding makam lainnya.

Makam Marsinah memiliki atap dan berpagar dengan warna merah dan putih. Di pagarnya, terpajang foto mendiang.

“Kami hadir ke sini untuk ziarah di makamnya Marsinah. Di sini ada jejak seorang perempuan pekerja yang mempunyai keberanian yang luar biasa di mana keberaniannya ini menginspirasi bangsa kita,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi saat berziarah di makam Marsinah.

Menurutnya, Marsinah memberi teladan bahwa keberanian tidak harus lahir dari kekuasaan, melainkan dari hati yang tulus memperjuangkan keadilan.

Baca Juga :  Verifikasi Tujuh Parpol, KPU Palangka Raya Belum Temukan Pelanggaran

Menuju gelar pahlawan nasional

Tiga puluh dua tahun setelah kepergiannya, nama Marsinah tetap harum. Dukungan demi dukungan terus mengalir agar ia diangkat menjadi pahlawan nasional.

Presiden Prabowo Subianto sendiri menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut dalam peringatan Hari Buruh tahun ini di Monas, Jakarta.

Proses penetapan calon pahlawan nasional, seperti Marsinah, dilakukan melalui mekanisme seleksi berlapis dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat hingga tim ahli tingkat pusat.

Menteri Arifah Fauzi menyambut baik langkah-langkah upaya penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

Pos terkait