Menunggu Lagi, Petunjuk Dari Pemprov Kalteng Tak Kunjung Keluar

Terkait Kebijakan Persyaratan Pelaku Perjalanan Udara

PCR perjalanan udara
Ilustrasi Pengambilan Sampel Swab PCR

PANGKALAN BUN – Syarat perjalanan bagi pelaku perjalanan yang melalui jalur udara terus menjadi polemik di tengah masyarakat. Apalagi saat ini status PPKM level II yang disandang Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dinilai sudah saatnya kebijakan wajib PCR diturunkan menjadi wajib antigen sebagai salah satu syarat perjalanan. Tuntutan untuk mengkaji ulang wajib PCR bagi pelaku perjalanan udara terus digaungkan, terutama melalui media sosial.

Menyikapi hal itu, Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat belum menerima petunjuk lebih lanjut. “Dalam waktu dekat ini kita akan koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini Gubernur Kalteng Sugianto Sabran,” tegasnya, Senin (25/10)

Ia menyebut, jika mengacu pada surat edaran dari pemerintah pusat, maka daerah yang sudah berstatus level II ketentuan sudah jelas diatur, baik dengan wajib PCR atau Antigen sebagai syarat perjalanan udara dengan pesawat terbang.

Diakuinya bahwa terkait dengan syarat bagi pelaku perjalanan udara, masih terjadi tarik ulur atas kebijakan apakah wajib PCR atau antigen. Namun pemerintah daerah akan mengikuti petunjuk yang lebih tinggi untuk memutuskan kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Selama Pandemi Pelanggaran Iklan Kosmetik Meningkat

Untuk itu ia meminta agar masyarakat lebih bersabar terkait kebijakan tersebut dan pemerintah daerah akan duduk bersama dengan pemerintah provinsi dan pusat guna membahas hal itu. “Nanti kita akan bahas bersama dan membahas bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tandasnya.

Untuk diketahui bahwa belum lama ini, pemerintah pusat melalui Satgas Penangan Covid-19 telah mengeluarkan edaran nomor 21 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dimasa pandemi Covid-19.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *