Menyorot Lebih Dekat Kondisi Gedung Expo Sampit yang Terbengkalai

Jalan Masuk Dipenuhi Ilalang, Atap Bocor, Tembok Berlumut

gedung expo sampit
TERBENGKALAI: Kondisi bangunan gedung expo yang terbengkalai bertahun-tahun di Jalan Tjilik Riwut, Selasa (9/7/2024). (HENY/RADAR SAMPIT)

Bertahun-tahun sudah Gedung Expo Sampit terbengkalai. Bangunan yang belum pernah difungsikan itu kini berubah usang. Seolah jadi monumen megah di pusat kota yang terasingkan.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Rumput ilalang yang meninggi berayun menyambut Radar Sampit saat memasuki areal Gedung Expo Sampit. Rasa cemas terus menghantui. Berkali-kali pandangan memastikan tak ada binatang apa pun yang membahayakan.

Di tengah hiruk pikuk suara kendaraan yang melintas di Jalan Tjilik Riwut, terdapat bangunan megah yang terasingkan dengan rumput ilalang yang dibiarkan tinggi tak pernah dibersihkan.

Suasana terasa kian sepi ketika memasuki areal bangunan megah yang diwarnai abu terang berpadu warna merah cerah pada setiap sisi atap plafon bangunan. Setiap sisi bangunan itu juga didesain dengan jendela besar bersekat persegi dari bahan alumunium.

Lokasi bangunan megah yang terbengkalai bertahun-tahun itu berada tepatnya di depan Stadion 29 November. Masih berada satu kawasan dengan Gedung Voli Indoor pada sisi sebelah selatan.

Baca Juga :  Gencarnya Bupati Kotim Halikinnor Turun Membantu Warga 

Untuk menuju lokasi, Radar Sampit memasuki jalan mulus yang baru saja diaspal saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng yang digelar di Kota Sampit Juli tahun lalu. Tepat di belakang gedung voli terdapat lapangan yang dijadikan arena latihan olahraga yang ditutup pagar besi setinggi satu meter.

Pagar itu ternyata tak terkunci. Kendaraan roda dua ditepikan dan dilanjutkan berjalan kaki ke arah utara memasuki pagar, yang menjadi satu-satunya akses menuju gedung expo. Langkah berisik menapaki semak-semak melewati rumput ilalang yang tinggi. Tibalah Radar Sampit di halaman Gedung Expo.

Halaman itu sebenarnya sudah disemen, namun karena tak terurus, lumut hijau yang lama-lama menghitam dan berkerak memenuhi halaman.

Suasana terasa sunyi mencekam. Selasa (9/7) siang itu, Radar Sampit hanya menelusuri gedung expo seorang diri. Hanya ada suara langkah kaki dan suara burung yang terkadang terbang melintas.

Lumut yang menempel di halaman dilewati, untuk mengabadikan dokumentasi setiap sudut bangunan yang nampak megah dari kejauhan, namun sangat memperihatinkan jika dilihat dari dekat.



Pos terkait