Informasinya, warga bersama aparat kepolisian memburu dan mengepung kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut. Menurut Mardianus, terdengar letusan senjata saat pengepungan. Dia menduga suara tembakan itu berasal dari senjata yang dibawa Ruslan untuk menakut-nakuti warga.
”Semalam warga sempat mendengarkan suara tembakan mengarah ke atas, tidak jauh dari motor yang ditemukan warga. Kemungkinan itu adalah suara tembakan Ruslan yang menakuti setiap orang yang mencarinya,” kata Mardianus.
Ruslan dikabarkan kembali melarikan diri masuk hutan. Dia berharap buronan tersebut segera ditangkap dan dijebloskan lagi ke penjara.
”Ruslan memang terkenal pemberontak di Kalimantan Barat. Kebetulan kampungnya tidak terlalu jauh dengan tempat kami,” katanya.
Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kasat Intelkam AKP Setyo Sidik Pramono membenarkan informasi tersebut. Selama beberapa hari terakhir, polisi masih berupaya menangkap Ruslan.
”Anggota beberapa hari sudah di sana. Buser dan Opsnal Intel Polres Kobar yang ke sana,” katanya. (tyo/ign)