Nyaris Dibakar Setelah Diteriaki Maling

Masuk Rumah Ustaz, Diduga Akan Mencuri

maling 1
MAIN HAKIM SENDIRI: Warga yang emosi memukuli pelaku hingga ke dalam mobil patroli Polsek Kumai di Kantor Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Selasa (7/2). (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Dheky Wahyudi warga asal Medan, Sumatera Utara nyaris dibakar massa. Pemuda ini diduga akan melakukan pencurian di rumah ustaz Sholeh, warga RT 04, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pemuda berkulit gelap dan berbadan kurus ini menjadi bulan-bulanan warga dan nyaris saja dibakar. Beruntung pemerintah desa setempat dan kepolisian berhasil mencegah dan melarikannya ke Mapolsek Kumai dengan mobil patroli.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Kepala Desa Sungai Tendang, Lambri menceritakan bahwa terduga pelaku pencurian tersebut sebelumnya memasuki rumah Ustaz Sholeh, kebetulan saat itu yang berada di rumah hanya istri dan anaknya yang masih kecil.

“Saat masuk ke dalam rumah, bertepatan Ustaz Sholeh pulang dan mengetahui ada yang datang pelaku langsung melarikan diri dan diteriaki maling,” ujarnya.

Warga yang mendengar teriakan segera berdatangan dan melakukan pengejaran. Pelaku yang melarikan diri ke semak – semak dan ilalang diketahui berlari menuju ke RT 03, tidak ingin buruannya lepas, warga kemudian menghubungi dan meminta warga RT 03 untuk mengepung pelaku.

Baca Juga :  Pengedar Sabu di Palangka Raya ini Miliki 12 Paket saat Ditangkap Polisi

Mengetahui ia dikepung, pelaku terus berlari dan masuk ke wilayah RT 05, lantaran warga yang mengepung begitu banyak pelaku tidak berkutik dan berhasil dibekuk.

“Kemudian kita bawa ke rumah salah seorang warga, disitu kita interogasi namun suasana tidak kondusif kemudian kita bawa ke Kantor Desa Sungai Tendang,” bebernya.

Saat sampai di kantor desa, warga ternyata sudah banyak yang berkerumun dan ketika diinterogasi pelaku tidak bisa menjelaskan kepentingannya memasuki rumah Ustaz Sholeh.

Warga yang geram kemudian mulai memukuli pelaku, tangan warga bertubi-tubi mendarat di wajah dan badanya, bahkan warga berteriak-teriak untuk membakar pelaku.

Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ketika kepolisian dan Babinsa sampai di kantor desa, pelaku langsung dilarikan, namun saat menuju mobil patroli warga kembali menghajar pelaku.

“Saat ini sudah berada di Polsek Kumai, kalau tidak dilarikan kita takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, warga ingin membakar pelaku, tapi kita belum jelas apakah orang ini maling atau apa,” tutupnya.



Pos terkait