Pakai Metode Baru, Pengaspalan Jalan HM Arsyad Sampit Telan Rp 10,4 Miliar

bupati tinjau jalan
MASIH PERBAIKAN: Bupati Kotim meninjau perbaikan Jalan HM Arsyad Sampit, Senin (31/10). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Rekonstruksi Jalan HM Arsyad Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini sedang berjalan. Perbaikan di ruas tersebut menggunakan metode baru. Hal tersebut diyakini akan jauh lebih lebih efisien dengan pekerjaan cepat selesai.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kotim Mentana mengatakan, metode baru yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut menggunakan Cement Treated Recycling Base (CTRB).

Bacaan Lainnya

”Untuk rekonstruksi Jalan HM Arsyad kami gunakan metode CTRB, metode daur ulang. Jadi, lapisan aspal yang ada itu dikupas, recycle lagi, blend lagi, nanti ada penambahan material batu, semen, selanjutnya akan di-recycle menggunakan alat khusus. Nanti didaur ulang, kemudian dipadatkan. Setelah itu barus dilapis aspal,” terangnya.

Mentana menuturkan, metode tersebut sebenarnya merupakan teknologi lama. Namun, di Kotim baru pertama kali dipakai untuk rekonstruksi jalan. Bahkan, di Sampit, yang memiliki alat tersebut hanya ada satu rekanan.

Baca Juga :  Tak Bisa Menangis, Berharap Bisa Ditangani secara Medis

”Untuk Sampit yang punya baru satu rekanan saja. Jadi, memang masih relatif baru,” katanya.

Dibandingkan metode perbaikan jalan sebelumnya, lanjut Mentana, rekonstruksi jalan dengan metode CTRB jauh lebih efektif dan efisien. Waktu pekerjaan juga lebih singkat.

”Jadi, memperbaiki jalan tanpa meninggikan. Kalau Jalan HM Arsyad elevasinya sudah cukup tinggi. Kalau ditinggikan lagi, kasihan warga di sekitarnya,” ujarnya.

Keuntungan dengan metode daur ulang ini, katanya, pekerjaan menjadi efektif. Pasalnya, bahan material yang ada bisa dimanfaatkan lagi atau didaur ulang. Tinggal menambahkan material lainnya.

”Dan yang pasti lebih lebih lebih kuat. Dari segi waktu juga lebih efektif, lebih efisien,” jelasnya.

Pos terkait