Pangkalan Bun Heboh Lagi, Dua Remaja Duel Satu Lawan Satu

perkelahian pelajar
Duel dua siswa dari sekolah yang berbeda terjadi di Kota Pangkalan Bun, belum lama ini. (Istimewa)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Dua remaja dari dua sekolah yang berbeda di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, terlibat perkelahian sengit. Video adu jotos itu tersebar luas di dunia maya dan menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Perkelahian ala gladiator satu lawan satu tersebut menjadi tontonan dari kedua kubu. Tidak ada pihak yang melerai. Mereka bahkan sorak sorai sepanjang duel tersebut. Mirisnya, duel tersebut justru direkam oleh rekan mereka.

Bacaan Lainnya

Belum diketahui akar persoalan yang memicu perkelahian. Sebelum duel terlaksana, pertarungan mereka disebarluaskan melalui flyer atau pamflet di group WhatsApp dengan tagline ”MTSN Combat, Gilang Starboy Vs Alan Gondes di lapangan Korindo”.

Video yang viral tersebut memantik beragam reaksi dari masyarakat. Mereka menyayangkan peristiwa tersebut, hal itu mencerminkan perilaku anak-anak sekolah yang lepas pengawasan baik dari orang tua maupun pihak sekolah. Dikhawatirkan bila tidak segera diredam akan memantik reaksi dari kedua sekolah yang berseteru.

Baca Juga :  Kantor Perusahaan Media di Pangkalan Bun Nyaris Terbakar

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat Mulyono memastikan bahwa saat perkelahian terjadi berada luar lingkungan sekolah dan buka pada jam sekolah. Sekolah akan menginvestigasi secara internal penyebab perkelahian tersebut.

“Nanti setelah diinvestigasi maka keduanya akan diberikan sanksi tegas, bukan hanya yang terlibat perkelahian tetapi juga yang menonton,” ujarnya tanpa menyebutkan sanksi yang bakal diberikan.

Kapolsek Arut Selatan AKP Saifullah menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap peristiwa perkelahian antar siswa tersebut. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani unit PPA Polres Kobar.

Penyelidikan bakal dilakukan untuk mengetahui kronologis dan siapa saja yang terlibat, dia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pelajar di Kobar, agar semua persoalan dapat diselesaikan dengan dialog tanpa kekerasan.

Ia juga berharap kepada masyarakat terutama orang tua agar senantiasa proaktif untuk memberikan bimbingan di luar waktu sekolah, kerjasama antara sekolah, orang tua sangat penting dilakukan untuk mencegah hal serupa terjadi.



Pos terkait