Parah! Jalur Lingkar Selatan Terus Dibiarkan

jalan rusak
RUSAK LAGI:  Sebuah truk melintas di jalur lingkar selatan Kota Sampit yang kembali rusak, bergelombang, dan berlubang di beberapa titik, Rabu (20/9/2023). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Pardamean Gultom mengaku sudah bosan berjuang menyuarakan pembangunan jalan lingkar selatan. Sebab, aspirasi masyarakat beberapa tahun terakhir nyaris tidak pernah direspons secara konkret oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

”Sudah bosan urusan bolak-balik ke provinsi untuk menyampaikan kondisi jalan lingkar selatan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Toh tidak pernah ada perhatian dan keberpihakan anggaran juga untuk itu,” kata Pardamean Gultom, Rabu (28/2/2024).

Bacaan Lainnya

Gultom menuturkan, pihaknya telah menyampaikan ke dinas terkait di kabupaten yang membidangi untuk tidak berharap banyak lagi ke provinsi membiayai perbaikan jalan tersebut.

”Saya sampaikan supaya mencari alternatif lain, salah satunya pola konsorsium. Sulit menunggu anggaran provinsi. Jalan dalam kota rusak total duluan dan berapa lagi kerugian daerah untuk membiayai perbaikan itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua KPU Kotim: ODGJ Tak Permanen Boleh Nyoblos di Pemilu 2024

Menurut politikus Partai Nasdem ini, rata-rata truk bermuatan semuanya melintas di Kota Sampit. Untuk ruas jalan Kapten Mulyono, Pelita, hingga HM Arsyad hanya tinggal menunggu hitungan bulan dan akan kembali rusak parah seperti sebelumnya.

”Jalan itu paling lama bertahan sampai pertengahan tahun ini akan rusak, karena yang melintas di atasnya melebihi batas kemampuan jalan,” kata Gultom.

Dia melanjutkan, angkutan truk tidak bisa disalahkan sepenuhnya melintasi jalanan kota, karena kondisi jalan lingkar selatan memang tidak memungkinkan dilintasi truk bermuatan.

”Artinya, pemkab harus bergerak cepat membangun jalan lingkar sebelum uang puluhan miliar APBD nanti harus dikucurkan lagi untuk perbaikan ruas jalan yang rusak karena dilewati angkutan perusahaan itu,” katanya. (ang/ign)



Pos terkait