PARAH!!! Sopir Truk Coba Sogok Pejabat Kotim

penertiban truk bandel (hgn ist) 1
TERJARING: Kepala Dinas Perhubungan Kotim Johny Tangkere menghentikan truk yang melintasi jalan dalam Kota Sampit, Kamis (12/1). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.comSeorang sopir truk di Kabupaten Kotawaringin Timur kedapatan mencoba menyuap Kepala Dinas Perhubungan Kotim Johny Tangkere. Dia berani melakukan hal tersebut agar lolos dari penertiban truk yang melintasi jalanan dalam Kota Sampit. Perbuatan tersebut dinilai melecehkan pejabat bersangkutan.

”Ada sopir yang berani menawarkan uang Rp500.000 ke saya. Ini bukan masalah uangnya, ini masalah harga diri dan jabatan yang dilecehkan,” kata Johny dengan nada kesal, Kamis (12/1).

Bacaan Lainnya

Johny menegaskan, sopir kendaraan angkutan berat merupakan mitra kerja Dishub Kotim. Akan tetapi, ketika ada pelanggaran, mereka harusnya tak berusaha lolos dengan cara menyogok petugas.

”Mereka itu mitra kami. Sahabat kami. Mereka bekerja, kami juga bekerja. Mari sama-sama ikuti aturan. Ketika ada masalah, saya akan bantu proses,” ujarnya.

Sopir tersebut salah satu truk yang terjaring penertiban angkutan berat yang melintasi Kota Sampit yang dilaksanakan Dishub Kotim kemarin siang. Hal tersebut dilakukan karena masih banyak kedapatan truk yang melintas dalam kota. Padahal, hal itu jelas dilarang karena jalur lingkar luar sudah fungsional.

”Setelah selesai rapat di Rujab Bupati Kotim sekitar jam 11 siang, saya lihat ada truk CPO yang lewat Bundaran Habaring Hurung masuk jalan dalam kota ke arah Jalan Tjilik Riwut. Saya bersama sopir langsung mengejar dan mencegatnya di dekat Kantor BNI,” ujar Johny.

Baca Juga :  Pertanyakan Kejelasan Kasus Dugaan Penipuan Mantan Cagub Kalteng

Dari pemeriksaan yang dilakukan, sopir memberikan banyak alasan ketika ditanya masih melewati jalan dalam kota. Dia lalu diminta menunjukkan STNK dan SIM.

”Ada banyak alasan sopir mau balik ke rumah. Mau ke bengkel dan segala macam alasan. Walaupun ada truk yang kosongan, tak ada muatan, tetap saya minta berhenti dan meminta mereka menunjukkan STNK dan SIM-nya,” ujarnya.

Dari penertiban tersebut, sebanyak 14 truk terjaring. Sebagian besar truk angkutan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). ”Ada KIR-nya yang mati, ada beberapa pelat nomor non-KH,” katanya.

Menurutnya, belasan sopir yang terjaring razia tak ada yang membantah dan mengakui kesalahannya. ”Tidak ada perlawanan berarti. Saya tegaskan kepada para sopir melalui pendekatan dan mereka mengakui kesalahannya. Kalau masih saja bandel, saya minta Bupati Kotim surati ke perusahaan agar menghentikan orderan ke transportir. Mereka salah kami tegur. Mereka perlu bantuan saya siap bantu, tetapi jangan seenaknya menggunakan jalan semaunya. Ikutilah aturan pemerintah,” tegasnya.

Pos terkait