SAMPIT, radarsampit.com – Pawai peringatan 1 Muharram 1446 Hijriah yang jatuh pada Minggu 7 Juli 2024 akan diiikuti banyak peserta.
Pawai sebagai bagian dari rangkaian pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Kabupaten Kotawaringin Timur akan diikuti para kafilah dari 17 kecamatan. Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
“Tadinya sesuai rencana pawai memang rutin diadakan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) setiap tahun sekali menyambut tahun baru Islam. Bertepatan tahun ini MHS sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ sehingga pawai akan digelar di hari yang sama,” kata Syahrial, Camat Mentaya Hilir Selatan, Rabu (3/7/2024).
Pawai akan dilaksanakan pada Minggu (7/7/2024) pagi pukul 07.00 WIB. Titik kumpul start di depan Masjid Al Ikhlas Jalan Umar Hasyim dan finish di Lapangan Porsada yang menjadi lokasi utama kegiatan pembukaan MTQ.
“Saat rapat evaluasi akhir di kantor kecamatan, Ketua PHBI Kotim menyampaikan arahan dari Pak Bupati bahwa pawai peringatan 1 Muharram di Kotim disatukan dengan kegiatan pawai di Samuda yang akan diikuti semua SOPD, ormas islam, sekolah dan unsur masyarakat. Sehingga, jumlah pesertanya diperkirakan mencapai ribuan,” katanya.
Di hari yang sama pada pukul 19.00 WIB, juga akan digelar pembukaan MTQ ke-55 tahun tingkat kabupaten oleh pelaksana Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kotim dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-10 tahun oleh pelaksana DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya Kotim di Lapangan Porsada.
Dalam beberapa minggu terakhir, panitia juga telah mempersiapkan satu panggung utama berukuran 12 meter x 20 meter dan panggung kehormatan berukuran 8 meter x 12 meter, saling berhadapan. Panggung akan didirikan setinggi 40 cm dari tanah.
Lapangan Porsada seluas 90 meter x 80 meter juga telah ditimbun pasir sebanyak 53 rit menggunakan dana swadaya.
Bupati Kotim Halikinnor bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim sekaligus Ketua LPTQ Kotim Fajrurrahman telah meninjau kesiapan lokasi acara pada Sabtu (22/6/2024) dan Rabu (3/7/2024).
“Kesiapan lokasi panggung sudah 80 persen, tinggal penyelesaian dekorasi. Pagi tadi sekitar jam 09.00 WIB Pak Sekda sudah mengecek lokasi dan menanyakan apa saja yang kurang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syahrial mengusulkan agar Lapangan Porsada lebih diperhatikan dan perlu penimbunan tanah minimal 25 rit.
“Lapangan Porsada ini tidak hanya dipakai sebagai lokasi MTQ saja, tetapi selama ini juga dipakai masyarakat untuk lapangan sepak bola sehingga pemeliharaan perlu dilakukan. Alhamdulillah Pak Sekda sudah merespons, akan disiapkan anggaran Rp 50 juta untuk penimbunan tanah, tetapi menunggu di anggaran perubahan,” katanya.
Lebih lanjut Syahrial mengatakan, setelah kegiatan pawai, rencananya akan melantik 64 dewan hakim, juri, dan panitera dalam kegiatan MTQ ke-55 tingkat kabupaten di aula Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
“Setelah pawai, langsung dilanjutkan pelantikan dewan hakim, juri, dan panitera oleh Pak Bupati. Kami juga sudah siapkan 22 rumah singgah pemondokan untuk menginap para kafilah, dewan hakim dan tim kerja LPTQ dan LASQI,” kata Syahrial seraya memastikan setiap rumah warga yang dijadikan rumah singgah sudah dilengkapi toilet, kamar dan profil tank untuk persediaan air bersih.
Selain itu, pada acara pembukaan MTQ, panitia akan menampilkan 500 penari kolosal dan mendatangkan penceramah bernama Soleh Mahmoed yang akrab dikenal dengan sebutan Ustaz Solmed.
“Ustaz Solmed tidak jadi mendarat di Sampit pada tanggal 7 Juli 2024, Ustaz mendarat melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan langsung diarahkan ke lokasi acara di Samuda,” katanya.








