Pedagang Rampas Hak Pejalan Kaki di Kuala Kapuas

hak pejalan kaki
MENYEMPIT: Ruas jalan di Kuala Kapuas yang menyempit karena parkir mobil di bahu jalan. (SABRIANOOR/RADAR SAMPIT)

KUALA KAPUAS, radarsampit.com – Lalu lintas yang ramai dan sempitnya sejumlah ruas jalan, membuat sejumlah pejalan kaki di Kuala Kapuas terdiskriminasi.

Di beberapa ruas jalan, nampak pedagang menggelar dagangannya hingga mentok ke tepi aspal. Tak ada ruang untuk menikmati suasana di Kota Air dengan berjalan kaki.

Bacaan Lainnya

”Sering para pejalan kaki kesenggol motor, bahkan keserempet, karena terpaksa berjalan di aspal, bergabung dengan pengendara motor maupun mobil,” kata Eno (35), warga Jalan Teratai, Kuala Kapuas, Senin (8/7/2024).

Pantauan Radar Sampit, saat melintasi ruas Jalan Teratai, nampak di bentang aspal jalan selebar tiga meter itu berjejal pengendara maupun pejalan kaki. Para pedagang di sepanjang jalan seolah tak acuh, memberikan ruang untuk orang yang melalui bahu jalan.

Bahkan, pengendara mobil juga menambah malangmya nasib pejalan kaki dengan memarkir mobilnya menutup sepertiga jalan.

Baca Juga :  Pemkab Kotim akan Perbaiki Kerusakan Jalan Sampit-Samuda 

Diketahui sepanjang Jalan Teratai hingga Barito, hampir setiap bahu jalan terisi. Baik pedagang kaki lima maupun toko yang menggelar dagangannya hingga ke ruas jalan.

”Tidak ada penertiban sih. Warga sudah terbiasa seperti ini,” kata Eno, ketika ditanyakan apakah ada penertiban dan perhatian pemerintah.

Walaupun warga sudah terbiasa, Eno mengharapkan pemerintah bisa menata dan memberikan kesadaran warga untuk menghargai hak-hak pejalan kaki.

Terlebih lagi jika ada wisatawan yang berkunjung daerah. Hal itu tentunya akan memperburuk citra daerah. (rm-107/ign)

 

 

 



Pos terkait