Taman Kota atau Tempat Parkir Rombong? Warga Keluhkan Kumuhnya Muara Jalan Pemuda Sampit

rombong pkl
SEMRAWUT: Rombong atau gerobak PKL di muara Jalan Pemuda menuju Taman Kota Sampit yang dibiarkan hingga siang hari membuat pemandangan makin kumuh. (Usay Nor Rahmad for Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Sejumlah warga mengeluhkan kondisi areal sekitar Taman Kota Sampit, terutama di muara Jalan Pemuda yang terlihat kumuh.

Ini akibat banyaknya rombong atau gerobak milik pedagang kaki lima (PKL)yang tidak dibereskan setelah berjualan.

Bacaan Lainnya

Padahal, sesuai aturan, kawasan tersebut seharusnya steril dari aktivitas PKL pada siang hari.

Pantauan Radar Sampit, puluhan rombong dibiarkan menumpuk di sekitar area taman meski hari telah beranjak siang.

Tak sedikit yang tertutup terpal lusuh. Kondisi ini menciptakan kesan semrawut dan mengganggu estetika ruang publik.

“Kalau malam dipakai jualan, enggak masalah. Tapi ini sudah siang, rombongnya masih berantakan di mana-mana. Kesannya jadi kumuh,” kata Roni, salah satu warga yang kerap berolahraga di sekitar taman, Sabtu (12/7/2025).

Menurut peraturan yang berlaku, pedagang kaki lima hanya diizinkan berjualan mulai sore hingga malam hari.

Baca Juga :  Polres Katingan Blender Sabu Barang Bukti Lalu Dibuang

Setelah itu, gerobak atau rombong harus segera dibereskan agar kawasan taman kembali steril pada pagi dan siang hari. Namun, aturan tersebut dinilai tidak berjalan efektif di lapangan.

“Ini bukan baru terjadi. Tapi cukup lama, mungkin lebih dari sebulan ini ,” tambah Roni.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, terutama mereka yang datang bersama keluarga.

Banyak yang menganggap kondisi taman tidak lagi nyaman untuk sekadar bersantai atau mengajak anak bermain.

“Mau duduk-duduk juga bingung, pemandangannya rombong semua. Harusnya pemerintah atau lebih tegas,” ujar Dayah, seorang ibu rumah tangga.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Perdagangan ataupun Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Timur terkait penertiban area Taman Kota Sampit.

Warga berharap, pemerintah daerah segera turun tangan untuk menata ulang kawasan taman, memberikan solusi yang tidak merugikan pedagang, namun tetap menjaga keindahan dan kenyamanan ruang publik. (oes)



Pos terkait