Pemerintah Relokasi 301 KK dari Gunung Ruang, Pemerintah Bangunkan Rumah Permanen di Lokasi Baru

relokasi
EVAKUASI: Prajurit TNI AL saat mengevakuasi warga terdampak eruspi Gunung Ruang, ke KRI Kakap-811. (ANTARA/HO- Dispen Lantamal VIII)

JAKARTA, radarsampit.com – Presiden Joko Widodo, Jumat (3/5/2024) menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri untuk membahas penanganan pascaerupsi Gunung Ruang. Sejumlah instruksi disampaikan terkait penanganan pengungsi. Salah satunya relokasi.

Kepala negara menilai, berdasar tata ruang yang ada, para pengungsi tidak diperbolehkan kembali ke tempat asalnya. Sebab, jika terjadi bencana serupa bisa membahayakan masyarakat yang tinggal.

Bacaan Lainnya

’’Sehingga diperlukan relokasi untuk permukiman yang harus dipercepat dan juga urusan pertanahan, termasuk urusan rumah dan yang berkaitan dengan pekerjaan,’’ ujarnya.

Jokowi meminta jajarannya untuk memastikan bahwa lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi sudah tepat dan sesuai. Presiden secara khusus meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono untuk terjun langsung ke lapangan.

Instruksi lainnya adalah Jokowi meminta agar jajarannya segera membuat skema terkait pendanaan, bantuan, hingga kalkulasi anggaran yang dibutuhkan untuk relokasi tersebut.

Baca Juga :  Adian Napitupulu Sebut Jokowi Pengkhianat

Presiden juga ingin menteri terkait melakukan identifikasi terhadap bangunan dan infrastruktur yang terdampak. ’’Baik sekolah, rumah sakit, maupun jembatan, dan kalkulasi anggaran yang dibutuhkan,’’ perintahnya.

Seusai rapat, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut ada 301 kepala keluarga yang akan direlokasi. Total yang diungsikan ada 12 ribu jiwa. Pengungsi berada di Manado, Kota Bitung, dan Minahasa. Relokasi akan dilakukan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

’’Secara tipologi ini mirip dengan lingkungan Gunung Ruang. Di situ daerah nelayan. Tadi Bapak Presiden juga menginstruksikan adanya penambahan lahan untuk perkebunan dan pertanian,’’ tuturnya.

Lokasi relokasi ini akan dibangun Kementerian PUPR. Perumahan untuk 301 KK ini akan dibangun permanen dan sesuai standar kebencanaan. ’’Dananya akan diambilkan dari dana siap pakai BNPB,’’ ucapnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, di Manado sudah ada rumah instan sederhana sehat (RISHA). Kekurangannya akan dikirim dari Surabaya. RISHA ini, menurut Basuki, cepat dibangun. ’’Seperti yang di Cianjur,’’ tuturnya.



Pos terkait