Penumpang Kapal Nekat Terjun ke Laut

Diduga Depresi, Nasibnya Belum Diketahui

penumpang kapal terjun ke laut
TIM PANCARI: Tim Gabungan saat bersiap melakukan pencarian penumpang kapal yang menceburkan diri ke laut dalam pelayaran kapal dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai menuju Tanjung Mas Semarang, Rabu (13/10) sekitar pukul 06.35 WIB

PANGKALAN BUN – Salah seorang penumpang kapal laut jurusan Kumai – Tanjung Mas Semarang nekat menceburkan diri ke laut. Pelaku diduga mengalami depresi sehingga nekat menenggelamkan diri di kawasan perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (13/10) sekitar pukul 06.35 WIB.

Penumpang Kapal Kirana I ini teridentifikasi bernama Mukhromin (32) asal Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah diduga mengalami permasalahan rumah tangga. Informasi dihimpun, sementara ini Tim SAR gabungan yang terdiri dari KSOP, TNI AL, Polair Kumai, dan Basarnas sedang melakukan pencarian di titik koordinat jatuhnya salah satu penumpang tersebut.

Manajer Lapangan DLU Kumai, Firman Dandi menceritakan bahwa kapal KM Kirana I bertolak dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai pada pukul 01.30 WIB dini hari menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Namun pada pukul 06.35 WIB atau tepatnya di sekitar 14 mil bagian barat Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), salah seorang penumpang yang berprofesi sebagai sopir melihat ada seorang laki-laki yang tidak mengenakan baju dan bercelana pendek berlari, kemudian melompat pagar pembatas dan terjun ke laut. “Ada saksinya, korban tidak pakai baju dan bercelana pendek dan saksi sudah dimintai keterangan dan ada rekaman CCTVnya,” bebernya.

Mengetahui ada salah seorang penumpang yang terjun ke laut, KM Kirana I kemudian melakukan penyisiran dengan berputar sebanyak tiga kali untuk mencari penumpang tersebut.

Namun setelah dilakukan penyisiran di lokasi jatuhnya penumpang itu hingga menurunkan rakit, penumpang tersebut tidak berhasil ditemukan. “Sesuai dengan aturan internasional, kapal harus melakukan pencarian dengan mengitari area jatuhnya korban sebanyak tiga kali dan setelah tidak ditemukan maka kapal kembali melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.

Untuk mengetahui identitas penumpang yang terjun ke laut tersebut, kemudian kru kapal melakukan penelusuran dan ditemukan tas yang diduga milik korban, setelah dilakukan pemeriksaan isi tas ditemukan identitas korban.

Baca Juga :  ASTAGA!!! Pencuri Ini Angkut Ribuan Bibit Sawit

Kemudian pihak DLU Cabang Kumai melakukan penelusuran terhadap keluarganya, kemudian diketahui bahwa sebelum berangkat, korban diduga memang dalam kondisi terguncang dan jiwanya kurang stabil.

Hal itu lantaran selain usaha korban yang bangkrut akibat pandemi Covid-19, ia juga menghadapi persoalan rumah tangga. Untuk itu, ia berharap kedepannya bagi calon penumpang yang akan berangkat dengan kondisi sakit ataupun yang mengalami persoalan ketidakstabilan kejiwaan harus dilakukan pendampingan atau melakukan koordinasi dengan pihak DLU.

“Yang membelikan tiket itu adalah kakak kandungnya dan diakuinya bahwa korban memang mempunyai persoalan selain ekonomi juga masalah rumah tangga. Kakaknya saat itu hanya mengantarkan sampai pelabuhan dan korban berangkat sendiri,” imbuhnya.

Ia menyebut berdasarkan rapat yang dilakukan dengan melibatkan pihak otoritas pelabuhan (KSOP), SAR, Polair, dan TNI AL membentuk tim untuk melakukan pencarian, dan tim sudah bertolak ke titik koordinat sejak pukul 12.30 WIB siang tadi. Sementara ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban, dan tim akan terus melakukan pencarian. (tyo/sla)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *