Perjalanan Bersama Kaltim Post Group ke Negeri Tirai Bambu (6-Habis)

Terpukau Sajian Keindahan, Sejarah, dan Inovasi Kota Wisata

kaltim post
INOVASI TEKNOLOGI: Rombongan Kaltim Post Group berfoto di Liziba LRT Chongqing. Tampak pula penulis saat menyusuri Ciqikou, subdistrik di Distrik Shapingba, Munisipalitas Chongqing.

Perjalanan wisata rombongan Kaltim Post Group di Tiongkok memasuki hari keenam dengan penuh antusiasme, Sabtu (15/2). Seharian penuh menjelajah Chongqing, kota metropolitan yang terkenal dengan lanskap berbukit, transportasi unik, dan perpaduan sejarah dan modernitas yang memukau.

FAFAN RINALDY, Chongqing | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Chongqing merupakan kota dengan sejarah panjang dan pernah menjadi ibu kota Republik Tiongkok selama Perang Dunia II. Dengan latar belakang sejarah yang begitu kaya, kota ini menjadi destinasi menarik yang memberikan pengalaman berharga bagi setiap pengunjung.

Hari dimulai dengan sarapan di Hotel Citadines Connect Chayuan Chongqing, tempat rombongan menginap selama berada di kota ini. Menu sarapan yang disediakan bervariasi, mulai dari hidangan khas Tiongkok seperti dimsum dan bubur ayam ala Sichuan, hingga menu internasional seperti roti panggang, sereal, dan telur orak-arik.

Sembari menikmati hidangan, para peserta berbincang dan berbagi kesan mengenai perjalanan yang telah dilalui sejak tiba di Tiongkok. Cuaca pagi itu cukup sejuk dengan suhu berkisar 12°C, memberikan kenyamanan bagi peserta untuk memulai perjalanan mereka.

Setelah sarapan, rombongan berangkat menggunakan bus pariwisata menuju destinasi pertama, Liziba LRT Station, stasiun kereta yang terkenal karena jalurnya yang menembus gedung apartemen.

Stasiun ini terletak di Distrik Yuzhong dan merupakan bagian dari Chongqing Rail Transit Jalur 2 yang telah beroperasi sejak tahun 2004.

Stasiun Liziba terletak di lantai 6–8 gedung hunian 19 lantai, menggunakan peralatan peredam kebisingan untuk mengisolasi kebisingan stasiun dari hunian di sekitarnya.

Keunikan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, termasuk rombongan Kaltim Post yang sangat antusias mengabadikan momen ketika kereta melintas di dalam bangunan.

Baca Juga :  Setelah Belasan Tahun Johny Tangkere Pimpin Urusan Perizinan di Kotim (1)

Meskipun cuaca lagi gerimis, tidak menghalangi rombongan untuk menyaksikan kereta lewat. ”Ini benar-benar luar biasa! Saya sering melihatnya di video, tetapi menyaksikan langsung bagaimana sistem transportasi modern bisa beradaptasi dengan tata kota seperti ini adalah pengalaman yang mengesankan,” ujar salah satu peserta dengan penuh kekaguman.

Liziba LRT Station merupakan contoh inovasi luar biasa dalam perencanaan kota. Chongqing, sebagai kota berbukit dengan ruang terbatas, harus mencari solusi kreatif untuk transportasi publik.

Jalur kereta ini dibangun di dalam gedung sebagai bentuk efisiensi penggunaan lahan, sekaligus menciptakan ikon wisata yang unik. Perjalanan dengan kereta ini memberikan pengalaman menarik karena para penumpang dapat melihat pemandangan kota dari sudut yang berbeda, dengan latar belakang gedung pencakar langit yang berdiri di antara lembah-lembah hijau.

Perjalanan berikutnya berlanjut ke Ciqikou Ancient Town. Berjarak sekitar 45 menit dari Liziba LRT. Sepanjang perjalanan, pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang berdiri di atas perbukitan khas Chongqing menjadi daya tarik tersendiri.

Setibanya di Ciqikou, suasana khas kota tua langsung terasa. Kawasan ini masih mempertahankan arsitektur khas dari Dinasti Ming dan Qing, dengan jalanan berbatu yang sempit dan rumah-rumah tradisional yang kini dialihfungsikan sebagai toko suvenir, kedai teh, serta restoran yang menjual makanan khas Chongqing.

Aroma teh hijau dan rempah-rempah memenuhi udara. Menciptakan pengalaman wisata yang autentik. Beberapa peserta mencoba berbagai kuliner lokal, seperti mala tofu yang memiliki rasa pedas khas Sichuan serta kue wijen yang manis legit.

Tempat ini dahulu merupakan bekas pelabuhan bisnis yang ramai pada masa Dinasti Qing dan Ming, menjadikannya salah satu pusat perdagangan penting di Chongqing.

Pos terkait