Selama 15 tahun Johny Tangkere memimpin instansi yang fokus menangani bidang perizinan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sejak pekan lalu, dia resmi meninggalkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP). Kepergiannya dilepas tangis haru.
HENY, Sampit
Puluhan pegawai sudah berkumpul di Aula Pertemuan Lantai II Kantor DPM PTSP Kotim. Mereka menunggu kehadiran pemimpin yang begitu disegani dan disayangi.
Usai menghadiri serah terima jabatan (sertijab) di Ruang Aula Pertemuan Lantai II Dinas Perhubungan Kotim, Johny langsung bergegas menuju Kantor DPM PTSP yang membesarkan namanya.
Johny Tangkere selama ini dikenal sangat lengket dengan jabatan sebagai Kepala DPM PTSP. Dia disebut-sebut sulit pindah dari dinas tersebut. Namun, Bupati Kotim Halikinnor menantangnya untuk memperbaiki program dan sistem pelayanan di Dinas Perhubungan Kotim.
”Saya sudah dikabari Pak Bupati sejak beberapa bulan lalu terkait kepindahan bertugas. Saya katakan, saya siap ditempatkan di manapun asalkan bukan di Dinas PUPRKP dan BPKAD,” kata Johny Tangkere.
Dengan kelapangan hati, Johny meninggalkan kantor DPM PTSP yang sudah diperjuangkannya sejak 2005 silam. Mulai masih menjadi Kepala UPT hingga berganti menjadi Dinas DPM PTSP pada 2017 lalu, Johny dipercaya memimpin kantor yang identik dengan urusan perizinan itu.
”Saya senang bertugas di DPM PTSP dan saya percaya ini sudah kehendak Tuhan. Sebenarnya yang memberatkan saya bukan jabatannya, tapi kebersamaan bersama mereka yang sudah saya anggap seperti keluarga bagi saya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Selama 16 tahun berkarier, Johny berhasil menorehkan banyak penghargaan gemilang. Pencapaian demi pencapaian diraih tak lepas dari perjuangan, kerja keras, serta kerja sama dengan seluruh pegawai di DPM PTSP Kotim.
Di tahun 2006, DPM PTSP Kotim berhasil meraih piala penghargaan citra pelayanan publik se-Indonesia yang diberikan Presiden dan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.
Selain itu, Kantor DPM PTSP Kotim masuk dalam nominasi peringkat 10 terbaik se-Indonesia dalam memberikan pelayanan publik sebanyak 4 kali dalam 4 tahun berturut-turut yang telah melewati tahap penilaian oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), PT Sucofindo, Hipmi, dan DPM PTSP Provinsi Kalteng.
DPM PTSP bersaing dengan 415 kabupaten se-Indonesia. Bahkan, setingkat Kalimantan hanya ada tiga kabupaten, di antaranya Kabupaten Kutai Kertanegara, Balangan, dan Kotim yang meraih penghargaan itu.
Atas penghargaan tersebut, DPM PTSP Kotim mendapatkan kucuran dana insentif daerah (DID) yang kabarnya bernilai cukup fantastis. ”Sebagai ganjaran atas penghargaan itu, DPM PTSP Kotim mendapatkan DID tahun ini. Belum tahu nilainya berapa, yang jelas cukup besar dan dana itu diharapkan bisa digunakan mengoptimalkan pelayanan,” kata Johny Tangkere.
Johny mengawali karier sebagai staf di Bidang Pembangunan Setda Kotim sejak 1986-1993 dan pindah tugas di Kantor Catatan Sipil Kotim sebagai Kepala Urusan Keuangan hingga tahun 1995.
Selanjutnya, dia pindah tugas sebagai Kasubdit Analisis di Kantor PDE Kotim yang kini sudah bubar. Kemudian pindah lagi sebagai Staf di Disbudpar Kotim sejak tahun 1997-1998.
Pada 1998-2002, Johny pindah tugas sebagai Kepala Urusan Umum Dispenda dan berlanjut menjadi staf di Dispenda sampai tahun 2005.
Tahun 2005, perjalanan kariernya mulai menanjak. Di masa kepemimpinan Bupati Kotim Wahyudi Kaspul Anwar saat itu, Johny dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala UPT Perizinan dan sempat beberapa kali berganti jabatan yang masih berada dalam satu atap yang sama, yakni DPM PTSP. (***/bersambung/ign)








