Perjuangan Pelajar SMAN 2 Sampit Lolos Seleksi Pertukaran Pelajar Internasional 

Persiapan Lengkapi Berkas Hanya Lima Hari, Sempat Kecelakaan Sehari Sebelum Tes

siswi pertukaran pelajar internasional
SILATURAHMI: Siswi SMAN 2 Sampit yang terpilih mengikuti program pertukaran pelajar tingkat internasional didampingi ibunya (kanan) dan gurunya (dua dari kiri) silaturahmi menemui Bupati Kotim Halikinnor, Rabu (20/7). (IST/RADAR SAMPIT)

Perjuangan siswi asal SMA Negeri 2 Sampit, Vania Putri Arfanda Kurnia, agar lulus seleksi mengikuti program pertukaran pelajar tingkat internasional tak mudah. Semua syarat dan seleksi berhasil dia lewati hingga akhirnya dia lolos bersama 70 pelajar se-Indonesia mengikuti program Kennedy- Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) dari US Departement State.

RadarSampit,com – HENY, SAMPIT 

Bacaan Lainnya

Sekitar Agustus 2021 lalu, pengumuman dibukanya pendaftaran YES Program tahun 2022/2023 beredar di Instagram. Vania yang saat itu masih kelas XI SMA Negeri 2 Sampit iseng meng-klik akun Instagram binabudbjm. Sebuah akun resmi Bina Antarbudaya Banjarmasin yang menjadi partner of AFS (American Field Service) Intercultural Programs.

Vania tertarik pada pengumuman tersebut. Keinginannya untuk memiliki pengalaman belajar ke luar negeri sudah ia sematkan dalam benak pikirannya. Namun, dia tak menyangka persyaratan dan tahap seleksi yang dilalui begitu panjang dan cukup merepotkan.

Program KL-YES ini hanya diperuntukkan bagi kalangan pelajar setingkat SMA sederajat Kelas X dan XI. Untuk keberangkatan tahun 2022, calon peserta yang tertarik ikut dibatasi usia mulai dari 1 Januari 2005-1 Agustus 2006. Beruntungnya saat itu Vania masih berusia 16 tahun sehingga masih memiliki kesempatan untuk mencoba mengikuti program bergengsi tersebut.

Baca Juga :  Ancaman Penutupan Jalan dalam Kota Efektif, Sudah 22 Perkebunan Setor Dana Perbaikan Jalan

Selain itu, ada syarat yang menjadi kekhawatiran Vania, yakni nilai rapor minimal 80 untuk semua mata pelajaran. Nilai yang diserahkan itu merupakan nilai dua tahun terakhir.

Calon peserta juga dibuktikan aktif dan berprestasi dalam bidang akademik atau nonakademik di organisasi selama lima tahun terakhir dalam bukti surat keterangan dan telah mendapatkan persetujuan dari orang tua dan pihak sekolah.

Tak begitu sulit bagi Vania melengkapi syarat keaktifan dalam berorganisasi di sekolah. Hingga duduk di Kelas XII saat ini, Vania masih aktif menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 2 Sampit.

Bahkan, gadis kelahiran Boyolali, 22 Maret 2005 yang kini sudah menginjak usia 17 tahun ini tak ingin meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua OSIS, meski dia akan mengikuti program pertukaran pelajar ke Plumas Lake, California, Amerika Serikat.

Pos terkait