Perjuangan siswi asal SMA Negeri 2 Sampit, Vania Putri Arfanda Kurnia, agar lulus seleksi mengikuti program pertukaran pelajar tingkat internasional tak mudah. Semua syarat dan seleksi berhasil dia lewati hingga akhirnya dia lolos bersama 70 pelajar se-Indonesia mengikuti program Kennedy- Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) dari US Departement State.
RadarSampit,com – HENY, SAMPIT
Sekitar Agustus 2021 lalu, pengumuman dibukanya pendaftaran YES Program tahun 2022/2023 beredar di Instagram. Vania yang saat itu masih kelas XI SMA Negeri 2 Sampit iseng meng-klik akun Instagram binabudbjm. Sebuah akun resmi Bina Antarbudaya Banjarmasin yang menjadi partner of AFS (American Field Service) Intercultural Programs.
Vania tertarik pada pengumuman tersebut. Keinginannya untuk memiliki pengalaman belajar ke luar negeri sudah ia sematkan dalam benak pikirannya. Namun, dia tak menyangka persyaratan dan tahap seleksi yang dilalui begitu panjang dan cukup merepotkan.
Program KL-YES ini hanya diperuntukkan bagi kalangan pelajar setingkat SMA sederajat Kelas X dan XI. Untuk keberangkatan tahun 2022, calon peserta yang tertarik ikut dibatasi usia mulai dari 1 Januari 2005-1 Agustus 2006. Beruntungnya saat itu Vania masih berusia 16 tahun sehingga masih memiliki kesempatan untuk mencoba mengikuti program bergengsi tersebut.
Selain itu, ada syarat yang menjadi kekhawatiran Vania, yakni nilai rapor minimal 80 untuk semua mata pelajaran. Nilai yang diserahkan itu merupakan nilai dua tahun terakhir.
Calon peserta juga dibuktikan aktif dan berprestasi dalam bidang akademik atau nonakademik di organisasi selama lima tahun terakhir dalam bukti surat keterangan dan telah mendapatkan persetujuan dari orang tua dan pihak sekolah.
Tak begitu sulit bagi Vania melengkapi syarat keaktifan dalam berorganisasi di sekolah. Hingga duduk di Kelas XII saat ini, Vania masih aktif menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 2 Sampit.
Bahkan, gadis kelahiran Boyolali, 22 Maret 2005 yang kini sudah menginjak usia 17 tahun ini tak ingin meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua OSIS, meski dia akan mengikuti program pertukaran pelajar ke Plumas Lake, California, Amerika Serikat.
Vania akan belajar di American Highschool , Weathland Union High School selama 10 bulan lamanya. Baru-baru ini Vania juga telah menyelesaikan pembuatan visa pada 16 Juli 2022 lalu. Vania direncanakan berangkat ke Amerika Serikat pada 7 Agustus 2022.
KL-YES merupakan program pertukaran pelajar dengan beasiswa penuh yang ditanggung penyelenggara. Selama 10 bulan, Vania dan 70 pelajar Se-Indonesia yang beruntung berangkat tahun ini akan diberikan uang saku sebesar 200 US dollar per bulan. Selama di Amerika, Vania akan tinggal di rumah keluarga (house family) yang siap menampung dan mempersiapkan segala keperluannya. Program ini juga ditujukan untuk memberikan pemahaman dan saling pengertian antarmasyarakat dari belahan negara terutama negara dengan populasi umat muslim.
Sebelum dinyatakan lulus seleksi, Vania menceritakan perjuangannya saat mengikuti syarat dan tahap seleksi ditingkat regional hingga tingkat nasional. Mulanya, Vania memantapkan hati mencoba peruntungan mendaftarkan diri mengikuti program KL-YES.
Pendaftaran itu telah dibuka 20 Agustus -11 September 2021. Namun, Vania baru mengetahui informasi tersebut H-7 sebelum masa berakhirnya pendaftaran. Selama dua hari Vania terus berpikir panjang, karena banyak pertimbangan yang harus ia hadapi.
Selain dituntut belajar menguasai bahasa Inggris, jauh dari orang tua, Vania juga terpaksa harus rela mengulang kelas satu tahun lagi ketika dia lolos nantinya.








