Prospek Budidaya Udang Vaname di Desa Sungai Damar

Sumbang Pendapatan Desa dan Buka Lapangan Kerja 

panen udang vaname
PANEN: Anggota Bumdes Dami Jaya Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci, saat melakukan panen udang vaname di kolam yang mereka kelola. (istimewa/radar sampit)

Pendapatan Asli Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng), naik drastis pada tahun 2023. Pendapatan itu diperoleh dari bagi hasil budidaya udang vaname (litopenaeus vannamei) yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Damai Jaya.

FAUZIANNUR, Sukamara | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Pemerintahan Desa (Pemdes) Sungai Damar mulai menikmati hasil dari budidaya udang vaname yang dikelola Bumdes Damai Jaya. Tahun 2023, panen budidaya udang vaname membukukan hasil sekitar 26,5 ton. Angka itu diperoleh dari tiga siklus panen dengan keuntungan bersih sekitar Rp 349 juta. Dari keuntungan itu, Pemerintahan Desa Sungai Damar mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 182 juta.

Bumdes Damai Jaya mengelola tiga kolam pemeliharaan berukuran 30 meter x 40 meter. Di lahan seluas satu hektare itu juga dibangun dua kolam treatment dan satu kolam tandon. Dalam satu kolam pemeliharaan diisi dengan padat tebar benih antara 75 hingga 100 ekor per meter. Banyaknya tebar benih menyesuaikan dengan musim dan kondisi cuaca yang berlaku.

“Alhamdulillah tahun ini bisa tiga kali panen. Panen siklus pertama sekitar 7 ton, siklus kedua 9 ton dan siklus ketiga 10,5 ton. Desember ini sudah mulai tebar benih untuk siklus panen pertama tahun depan,” cerita Ketua Bumdes Damai Jaya Irwanudin saat ditemui di rumahnya, Senin (4/12/2023).

Baca Juga :  Dikritik Keras DPRD Kotim, Dishub Tegaskan Mengacu Perbup

Dia menceritakan, dalam satu kolam yang mereka kelola terdapat 6 kincir air. Kincir air itu difungsikan pada saat masa pemeliharaan. Selama 49 hari pertama setelah tebar benih hanya difungsikan 4 kincir air, setelah itu keseluruhan kincir dinyalakan. Dalam satu siklus panen membutuhkan sekitar 115 hari masa pemeliharaan.

“Ada beberapa tahap panen yang dilakukan dalam satu siklus, seperti panen parsial bertujuan mengurangi jumlah kepadatan populasi di dalam kolam dan panen total setelah umur panen sampai waktunya. Ya, lebih kurang berumur 4 bulan setelah tebar benih,” terangnya.

Pengalaman mereka selama melakukan pembudidayaan pada tiga kolam efektif tersebut, hasil panen sangat baik. Size atau ukuran udang vaname bisa mencapai 28 ekor per kilogram. Sementara harga jual bergantung dari size udang, berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. Hasil penen mereka dijual langsung di tempat. “Sudah ada pembeli dari Pulau Jawa dan Pontianak datang saat panen tiba. Pemasaran udang vaname ini cepat dan banyak peminatnya,” imbuh Irwanudin.



Pos terkait