Realisasi Anggaran Jauh di Bawah Target, Bupati Kotim Tegaskan Hal Ini

realisasi anggaran tak capai target
SAMBUTAN: Bupati Kotim Halikinnor saat memberikan ssmbutan pada kegiatan Rakordal Triwulan III di aula Kantor Bappelitbangda Kotim, Senin (10/10). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Capaian realisasi anggaran pada triwulan ketiga tahun anggaran 2022 masih di bawah target. Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta agar perangkat daerah melakukan evaluasi hal yang menyebabkan terlambatnya penyerapan anggaran.

Berdasarkan data realisasi per 30 September 2022, dari total belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun anggaran 2002 sebesar Rp 1.952.192.996.037, capaian realisasi keuangan sebesar Rp 1.179.965.291.199 atau sebesar 60,44 persen. Untuk realisasi fisik sebesar 64,62 persen. Artinya, capaian realisasi masih di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 85 persen.

Bacaan Lainnya

”Untuk realisasi anggaran, di mana target kita 85 persen, tapi nyatanya masih jauh, makanya saya tekankan supaya dicari permasalahannya apa? Kalau kita hanya rutinitas melakukan rapat-rapat tapi tidak ada kiat-kiat untuk menyelesaikan agar bisa lebih cepat juga percuma. Hanya selesai rapat bubar. Saya ingin temukan solusinya carikan akar masalahnya, sehingga kenapa terlambat penyerapan anggarannya?” kata Halikinnor pada kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Kabupaten Kotim triwulan tiga di aula Kantor Bappelitbangda Kotim, Senin (10/10).

Baca Juga :  Gaji ASN di Kotim Dipangkas 2,5 Persen untuk Zakat

Rakordal pembangunan tersebut merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi dengan tujuan meningkatkan koordinasi dan evaluasi guna perbaikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tahap selanjutnya.

”Saya harus ke Banjarmasin, karena Kotim diminta Gubernur mewakili Kalteng dalam mobil hias MTQ Nasional. Kalau tidak, saya yang akan memimpin langsung rapat ini. Saya ingin tahu masalahnya apa. Tapi, saya minta masing-masing perangkat daerah, karena mereka yang tahu permasalahan sehingga nanti ke depan tidak terulang lagi,” ujarnya.

Pos terkait