RSUD dr Murjani Sampit Targetkan Bintang Lima Paripurna

Bersiap Laksanakan Survei Terfokus Tahun 2022

RSUD dr Murjani Sampit Targetkan Bintang Lima Paripurna
TINGKATKAN PELAYANAN: RSUD dr Murjani Sampit terus berupaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Mimpi meraih bintang lima (paripurna) terus dibuktikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Setelah berhasil meraih sertifikat akreditasi bintang empat (utama) yang ditandatangani Ketua Eksekutif KARS pada 10 Desember 2019 lalu, rumah sakit mulai bersiap melaksanakan survei terfokus pada 2022. Survei itu bagian dari syarat melaksanakan re-akreditasi tahun 2023.

”Sebelum melaksanakan re-akreditasi, rumah sakit harus melaksanakan survei terfokus terlebih dahulu. Survei ini rencana dilaksanakan tahun 2022. Saat ini kami mulai mempersiapkan diri dengan rutin mengadakan rapat internal secara periodik,” kata Yulia Nofiany, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Survei tersebut terdiri dari tiga kelompok kerja, yakni peralatan pelayanan berisiko tinggi (Buku A) yang meliputi hemodialisa, kateterisasi jantung, MRI, dan atau CT Scan. Kedua, sistem pelayanan berisiko tinggi (Buku B) yang meliputi emergency dan rawat intensif anak, ICU, pelayanan luka bakar, pelayanan neonatal, dan pelayanan stroke. Terakhir, survei peralatan pelayanan  berisiko tinggi (Buku C) yang meliputi  kemoterapi, onkologi radiasi, pelayanan jantung, sterilisasi sentral, dan thalesemia.

”Mulai tahun 2020 (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) harus menerapkan survei terfokus. Semua poin dalam buku A, B, dan C wajib dilakukan surfei terfokus. Masing-masing kapokja dapat menambah anggota lainnya untuk membantu pokja dalam proses supervisi, monitoring, dan evaluasi implementasi di setiap unit layanan,” ujarnya.

Setelah survei terfokus selesai, dilanjutkan pelaksanaan re-akreditasi yang penilaiannya dilakukan Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) tahun 2023. Untuk mengoptimalkan kelancaran tugas dan tanggung jawab mengejar bintang akreditasi, manajemen rumah sakit telah membentuk tim akreditasi sejak 21 November 2017 lalu melalui SK Direktur RSUD dr Murjani Sampit dengan menetapkan 16 kelompok kerja (pokja) yang terdiri 5 anggota. Yulia Nofiany ditetapkan sebagai Ketua Tim Pelaksana Akreditasi.

Sementara itu, dalam persiapan menyongsong re-akreditasi tahun 2023, manajemen rumah sakit telah memperbarui tim pelaksana reakreditasi RSUD dr Murjani Sampit Tahun 2021-2023 melalui Keputusan Direktur RSUD dr Murjani Sampit pada 11 Oktober 2021 dengan menetapkan 12 kelompok kerja (pokja).

Yulia Noviany dipercaya lagi sebagai Ketua Tim Pelaksana Akreditasi, sama seperti tahun sebelumnya. Wakil Ketua dijabat Iman Anggun Hernawan. Empat tim lain, di antaranya Ibnu Aljihad, Nenny Triana, Sri Winarsih Kumborowati, dan Hendry Oktavia Hidayat, dipercayakan sebagai sekretaris.

Ada beberapa tugas yang diemban tim akreditasi RSUD dr Murjani Sampit, yakni mempersiapkan kebutuhan pelatihan re-akreditasi dan self assessment, mengoordinir, dan memfasilitasi kesiapan dokumen yang diperlukan sesuai self assessment Instrument akreditasi, melakukan monitoring, evaluasi, dan memimpin pelaksanaan supervise penilaian sendiri serta mendampingi tim penilai akreditasi.

”Ada 12 pokja dan 138 standar penilaian yang mencakup 1.363 elemen penilaian yang menjadi tolok ukur dalam pengajuan re-akreditasi. Semua ini harus kami upayakan untuk memenuhi syarat penilaian,” pungkasnya. (hgn/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *