Rumput Baru di Stadion 29 Nopember Mulai Tumbuh

stadion 29 nopember sampit,bupati kotim,rumput
Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekda Kotim Fajrurrahman dan Staf Ahli Bupati Kotim Raihansyah, mengecek pekerjaan penanaman rumput lapangan sepak bola Stadion 29 Nopember Sampit, Selasa (15/11).(yuni/radarsampit)

SAMPIT, RadarSampit.com-Perbaikan lapangan sepak bola Stadion 29 Nopember Sampit menunjukkan progres yang cukup baik. Saat ini rumput yang ditanami untuk lapangan sepak bola sudah mulai tumbuh.

“Melihat progresnya tinggal penanaman rumput. Kita juga bersyukur ini musim penghujan artinya secara otomatis membantu pertumbuhan rumput yang sudah di tanami dan saya lihat tadi sudah ada mulai tumbuh,”kata Bupati Kotim Halikinnor yng didampingi Sekda Kotim Fajrurrahman dan Staf Ahli Bupati Kotim Raihansyah, saat mengecek pekerjaan penanaman rumput di lapangan sepak bola Stadion 29 Nopember Sampit, Selasa (15/11).

Bacaan Lainnya

Dirinya optimistis perbaikan lapangan sepak bola itu bisa selesai di tahun ini juga. Diharapkan pertumbuhan rumput lapangan dengan menggunakan rumput asli tersebut dapat beerjalan dengan baik. Sehingga pada pertengahan tahun pada saat pelaksanaan Pekerjaan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng tahun 2022 lapangan sudah bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola.

Baca Juga :  Siasat Intelijen Bisnis Haram, Razia Prostitusi Bocor Lagi

“Untuk Porprov mudahan bisa dipakai, pertumbuhan rumput lapangan sepak bola sampai pada pertengahan tahun depan nanti Insya Allah bisa,” sebut Halikin.

Di dalam areal stadion itu lanjutnya, juga nanti akan ada jalur untuk atletik, yang pembangunannya dianggarkan tahun depan. Sehingga di lokasi itu menjadi satu kawasan, tempat sepakbola dan lari.

Halikinnor berharap, dengan pembenahan lapangan sepak bola yang sesuai dengan standar nasional itu, prestasi olahraga sepak bola di Kotim dapat berjaya kembali. Apalagi menurutnya, pada masa Persesam Sampit, klub sepak bola Kotim itu cukup terkenal di Kalteng dan cukup disegani oleh kabupaten lain.

“Kita punya potensi sebenarnya tapi lapangan kita yang tidak memenuhi persyaratan. Dulunya pasir kalau hujan itu jadi lumpur, bagaimana teknik bermain bisa bagus, kalau pemain tidak bisa mengeluarkan skillnya, karena memang kondisi lapangan tidak bisa. Kita tendang ke kiri bolanya mantulnya ke kanan,” paparnya.

Pos terkait