Sakit Hati Disebut Sakit Jiwa, Kakak Langsung Dihabisi

Perkelahian
Ilustrasi. (net)

KASONGAN, radarsampit.com – Pembunuhan sadis yang dilakukan Martaban alias Baban (53) terhadap kakaknya sendiri, Adrianto alias Landuk (56), di Kelurahan Pendahara, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan, dilatari sakit hati. Pelaku tak terima disebut mengidap sakit jiwa, sehingga langsung menghabisi korban dengan menebasnya menggunakan parang.

Hal tersebut diungkap Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo melalui Kapolsek Pulau Malan dan Tewang Sanggalang Garing Ipda Didik Suhardianto. Menurutnya, pelaku diduga menderita gangguan mental.

Bacaan Lainnya

”Pelaku mengakui jika perbuatannya atas dasar ketersinggungan dan sakit hati kepada korban. Kejadian ini terjadi Sabtu (13/8),” katanya, Senin (15/8).

Didik menuturkan, tubuh korban penuh luka tebasan hingga tewas bersimbah darah. Ketika dilakukan penangkapan, korban sempat melarikan diri dan bersembunyi di rumah temannya. Aparat sempat mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali hingga akhirnya pelaku diringkus. ”Pelaku dan korban berstatus ASN,” imbuhnya.

Baca Juga :  Begini Jadinya Kalau Warga Sudah Marah Jalan Dirusak Angkutan Perusahaan

Lebih lanjut Didik mengatakan, saat kejadian, korban membawa obat kepada pelaku di rumahnya. Akan tetapi, pelaku tersinggung karena perkataan yang dilontarkan korban.

”Dalam proses pemeriksaan, pelaku sakit hati dengan perkataan korban karena menyebut pelaku sakit jiwa. Pelaku lalu mengambil parang di dapur dan menebas tubuh dan lengan korban,” ujar Didik.

Baban menambahkan, Baban telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, karena ada pertimbangan mengalami gangguan mental, dia tidak ditahan di Rutan Polres Katingan, karena akan mengganggu kondisi keamanan di tempat tahanan.

Pos terkait