NANGA BULIK, radarsampit.com – Warga Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di parit penuh semak belukar, Minggu (25/1/2026) pagi. Korban diduga kuat meninggal akibat tindak kekerasan.
Mayat tersebut ditemukan di Gang Bhakti III, Jalan Mas Kaya Pangaruh, RT/RW 012.c/000, Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, sekitar pukul 07.30 WIB. Warga yang melintas pertama kali melihat tubuh korban dalam kondisi tertelungkup dan setengah terendam air.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diperkirakan berusia sekitar 15 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian atasan berwarna hitam dan celana cokelat. Tidak ditemukan identitas diri di lokasi kejadian.
Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono melalui Kasatreskrim AKP Jhon Digul Manra membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan proses identifikasi.
“Benar telah ditemukan mayat berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 15 tahun. Hingga saat ini identitas korban belum diketahui dan kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Jhon Digul Manra.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian mengungkap adanya luka tusuk akibat senjata tajam di bagian punggung korban. Selain itu, petugas juga menemukan luka lebam di wajah serta perubahan warna kulit yang mulai membiru, yang menguatkan dugaan korban meninggal akibat tindak kekerasan.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Ito Irmansyah sekitar pukul 06.00 WIB. Ia langsung melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar dan pihak berwenang.
Sekitar pukul 07.20 WIB, aparat dari Polres Lamandau bersama BPBD dan instansi terkait tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Area penemuan langsung dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Gani Kabupaten Lamandau guna dilakukan autopsi.
“Autopsi diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana pembunuhan,” tambah AKP Jhon Digul Manra.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke Polres Lamandau guna membantu proses identifikasi dan penyelidikan. (mex/sla)







