Selewengkan Hasil Kebun Desa, Mantan Kades di Kalteng Masuk Penjara

korupsi bartim
Tersangka Y (dua kanan) ditahan Kejaksaan Negeri Barito Timur.  (Humas Kejari Bartim).

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kejaksaan Barito Timur, Kalimantan Tengah menahan mantan Kepala Desa Balawa, Kecamatan Paju Epat berinisial Y terkait dugaan korupsi pengelolaan kebun kas desa.

“Betul, Y kita lakukan penahanan alam perkara tersebut,” kata Kasi Intel Bartim, Angga Saputra saat dihubungi di Tamiang Layang, Kamis (4/7/2024)

Bacaan Lainnya
Gowes

Menurut Angga, penahanan dilakukan setelah Y ditetapkan tersangka tindak pidana korupsi dengan adanya penyelewengan pengelolaan kebun kas desa yakni Desa Balawa, Kecamatan Paju Epat.

Angga mengungkapkan, saat itu tersangka menjabat sebagai Kepala Desa Balawa dan mengusulkan dan mengajukan proposal untuk pembangunan kebun kas kepada PT. Sawit Graha Manunggal (SGM) dengan surat permohonan dan atas usulan tersebut, pihak perusahaan bersedia untuk memberikan bantuan pembangunan kebun kas Desa Balawa.

Kemudian, bentuk dari pembangunan kebun kas desa itu, PT. SGM meminjam uang atau dana secara tunai sebesar Rp105 juta pada 1 Maret 2012 yang diperuntukkan untuk pembebasan lahan seluas 15 hektare.

Baca Juga :  Aroma Monopoli Koalisi Makin Menguat, Di Kotim dan Seruyan Petahana Gencar Buru Partai

Selanjutnya, atas kesepakatan bersama pembangunan kebun kas desa antara Pemerintah Desa Balawa dengan PT. SGM pada 15 Maret 2012. Dana tersebut untuk biaya pembangunan kebun kas desa sebesar Rp650,289 juta. Sehingga total hutang Desa Balawa kepada PT. Sawit Graha Manunggal sebesar Rp755,289 juta.

Kemudian dibuat kesepakatan sharing profit atau pembagian hasil yakni 70 persen untuk Desa Balawa dan 30 persen untuk PT SGM yang sudah menghasilkan pada bulan Maret tahun 2017 dan masih menghasilkan sampai April 2023.

Atas hasil panen tersebut Desa Balawa telah menerima transfer dari PT SGM sebesar Rp875,917 juta. Namun ternyata dalam pembangunan dan pengelolaan kebun kas desa tersebut terjadi penyimpangan.

Hasil panen tersebut tidak masuk ke dalam kas Desa Balawa yang mana dikuasai Y selaku Kepala Desa Balawa saat itu, dengan membuat suatu struktur organisasi sendiri dalam pengelolaan kebun kas desa dan rekening tersendiri.

Sehingga hasil panen tersebut tidak masuk ke dalam kas dana Desa Balawa. “Dengan demikian, hasil dari tindakan tersebut nilai kerugian keuangan Negara yang ditimbulkan sebesar Rp1,7 miliar lebih,” kata Angga.



Pos terkait