PANGKALAN BUN – Empat tahun lebih masa kerja pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah dan Ahmadi Riansyah memimpin Bumi Marunting Batu Aji. Hantaman badai pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat mewujudkan perubahan dan janji pembangunan yang telah digariskan pasangan Nurani ini.
Pembangunan yang dijalankan telah dirasakan masyarakat dari kota hingga desa yang tersebar di enam kecamatan di wilayah barat Kalimantan Tengah ini. Dalam beberapa kesempatan Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan bahwa empat tahun perjalanan pasangan Nurani memimpin Kobar bukan perkara mudah. Banyak hal yang dilakukan untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Acuan kami adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kobar 2017-2022. Dalam perjalanan empat tahun terakhir semua program yang telah kita susun dapat berjalan dengan baik,” kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah.
Seperti program prioritas mulai dari pembangunan infrastruktur. Mulai dari membuka akses jalan di Kecamatan Arut Utara melalui program konsorsium dan terus dilanjutkan di kecamatan lain. Setelah adanya pembukan jalan konsorsium, maka pemerintah daerah terus berusaha meningkatkan jalan hingga jalan bisa fungsional dengan baik.
“Secara garis besar bahwa dalam program pembangunan infrastruktur ini sudah 75 persen dikerjakan,” ujarnya.
Saat ini program infrastruktur yang masih berjalan seperti jalan penghubung dari Arut Selatan hingga Desa Sebuai, Kecamatan Kumai. Program pembangunan Water Front City di Kelurahan Mendawai, proyek pembangunan gedung Sport Center dan pembangunan gedung serbaguna di Pangkalan Bun Park.
Kemudian untuk pertanian dalam arti luas, Pemkab Kobar berusaha meningkatkan jumlah populasi sapi dengan mengintegrasikan sapi sawit serta mendukung peternak lokal supaya melahirkan bibit sapi berkualitas. Terbukti program ini berhasil dan mampu menyuplai kebutuhan daging untuk sejumlah provinsi diantaranya DKI Jakarta.
“Program pertanian dalam arti luas yang dijalankan juga termasuk budidaya ikan keramba, dan ratusan petani telah diberikan pendampingan untuk peningkatan hasil panen. Program ini dinilai mampu mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Tidak ketinggalan soal pemberian bantuan kepada nelayan juga kita perhatikan agar hasil tangkapan juga melimpah,” jelasnya.
Dalam bidang pariwisata, upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan telah terbukti sebelum badai pandemi menghantam. Saat pandemi menghampiri, bidang pariwisata menjadi salah satu sector paling terdampak dan masih berupaya pulih hingga semester dua tahun 2021 ini.
Terlepas dari itu, pariwisata di Kobar juga banyak mendapatkan penghargaan. Seperti Susur Sungai Sekonyer mampu menembus tiga besar secara nasional. Kemudian yang terbaru sejumlah tempat wisata di Kobar juga diakui secara nasional.
“Kedepan kita sudah banyak rencana untuk memulihkan pariwisata. Sehingga wisata di Kobar bisa bangkit dan menjadikan Kobar sebagai salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi. Salah satunya promosi pariwisata juga terus dilakukan,” jelasnya.
Kemudian dalam bidang kesehatan, sudah jelas upaya pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Sejak awal pemerintah telah menyiapkan fasilitas penunjang baik untuk isolasi dengan gejala maupun isolasi mandiri.
Belakangan ini yang terus digencarkan dengan vaksinasi yang dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sehingga target sasaran bisa lebih banyak. “Kita harapkan dengan banyaknya masyarakat Kobar di vaksin. Maka imun masyarakat terjaga dan mampu mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. Termasuk dalam kasus Covid-19 belakangan ini mampu turun,” bebernya.







