Setelah SOPD, Tes Urine Sasar Pelajar dan Guru di Kotim

tes urine
TES URINE: Wakil Bupati Kotim Irawati saat memantau pelaksanaan tes urine di BKPSDM Kotim, belum lama tadi. (ISTIMEWA )

SAMPIT, radarsampit.com – Dalam upaya mewujudkan aparatur sipil negara (ASN) yang bersih dari narkoba, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Narkotika (BNK) Kotim menggelar tes urine terhadap ASN di dua satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) setempat.

Ketua BNK kotim Irawati yang juga Wakil Bupati Kotim mengatakan, tes urine yang dilaksanakan Selasa (23/3) lalu, merupakan bagian dari deteksi dini. Sekaligus sebagai bentuk pengecekan dan pengawasan internal terhadap ASN dan pegawai lainnya dalam upaya penanganan permasalahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemkab Kotim.

Bacaan Lainnya

”Alhamdulillah, dari kegiatan tes urine yang kami lakukan terhadap pegawai di dua SOPD, hasil tidak ada yang positif narkoba,” katanya.

Irawati menuturkan, untuk pelaksanaan tes urine, masing-masing SOPD telah memiliki anggaran. Di sisi lain, BNK Kotim memiliki keterbatasan anggaran, apalagi alat untuk pelaksanaan tes urine terbilang mahal.

Baca Juga :  TRAGIS!!! Habis Bikin Status WhatsApp, Perempuan Muda Tewas Gantung Diri

”Kalau SOPD ada anggarannya, sementara BNK terbatas. Dana hibah cuma Rp300 juta setahun, sedangkan alatnya lumayan mahal,” katanya.

Tes urine tersebut dilaksanakan di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Total diikuti sebanyak 101 orang, baik ASN maupun non-ASN.

”Ada yang tidak masuk keterangan cuti, sakit, dan habis melahirkan, tetapi mereka tetap disurati untuk melakukan tes mandiri di Satresnarkoba Polres Kotim dan melaporkan hasilnya paling lambat dua minggu setelah tes urine di dinas mereka masing-masing,” kata Irawati.

Tes urine terhadap dua SOPD tersebut, selain dilakukan BNK Kotim, juga melibatkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kotim, Satresnarkoba Polres Kotim, dan Badan Kesbangpol.

Lebih lanjut Irawati mengatakan, tes urine merupakan tugas dari pimpinan. Hal itu penting untuk selalu mengontrol perilaku para pegawai dalam menjalankan tugas.

”Sebagai ASN, tentu kami harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, lingkungan kami khususnya, harus terjaga dan benar-benar bersih dari tindak penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.



Pos terkait