SMAN 1 Sampit Gelar Expo P5

8 soc sma (1)
PAMERAN: Wakil Bupati Kotim Irawati melihat poster karya pelajar SMAN 1 pada kegiatan Expo P5, sekolah penggerak angkatan ke-2, Sabtu (14/1). YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT – SMA Negeri 1 Sampit menggelar pameran atau expo hasil karya siswa dalam rangka Projek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) di atrium Citimall Sampit, Sabtu (14/1).

Wakil Bupati Kotim Irawati yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa pemkab mengapresiasi kepala sekolah dan dewan guru  SMA Negeri 1 Sampit yang telah mengadakan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini dapat mengembangkan bakat-bakat siswa, serta menumbuhkan cinta kepada Pancasila,” kata Irawati.

SMAN 1 Sampit merupakan sekolah penggerak angkatan ke-2. Dengan menjadi program sekolah penggerak (PSP),  SMA Negeri 1 Sampit berkewajiban menerapkan kurikulum merdeka, sehingga setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.

Irawati berpesan agar para siswa mengasah kemampuan sesuai minat dan bakat, sehingga memunculkan kepekaan terhadap setiap masalah dan isu yang ada di lingkungan sekitar sehingga memunculkan rasa tanggung jawab dan kepedulian.

Ketua panitia pelaksana Harsono mengatakan, pihaknya melibatkan siswa maupun OSIS dalam hal membuat modul P5, membuat jadwal, memilih tema, melakukan aksi nyata refleksi sampai dengan expo.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Dukung UMKM agar Lebih Maju

“Anak-anak sangat senang dalam mengikuti proyek ini, terlihat dari kegiatan yang kami jadwalkan dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Semoga dengan kegiatan ini menghasilkan anak-anak yang berkarakter sesuai profil pelajar Pancasila,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sampit Darma Setiawan menyebut, dari 7 tema yang disediakan oleh pemerintah, tahun pertama ini SMA Negeri 1 Sampit akan melaksanakan tiga tema dengan pembagian dua tema untuk semester ganjil dan satu tema untuk semester genap,” terangnya.

Tema besar yang telah dipilih bersama dengan para siswanya adalah Gaya Hidup Berkelanjutan dan Bangunlah Jiwa Raga, dengan mengangkat isu-isu di sekitar, seperti stop bullying, bijak bermedia sosial, pemanfaatan limbah, dan pemanasan global.

Dari tema besar tersebut dibuatlah produk atau karya berupa poster berupa konvensional dan digital serta kolase. Sedangkan dimensi profil Pancasila yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah dimensi mandiri, dimensi kreatif dan dimensi bergotong-royong.

Pos terkait