Spirit Pahlawan dalam Puisi

Peluncuran Buku Antalogi Puisi 77 Penyair Membaca Pahlawan

buku pahlawan
SEMANGAT PAHLAWAN: Launching 77 Penyair Membaca Pahlawan dilaksanakan secara daring bertepatan dengan Hari pahlawan pada 10 November 2022

JAKARTA, radarsampit.com – Adakah Taman Makam Pahlawan di kotamu? Pertanyaan itulah yang melahirkan buku antologi puisi 77 Penyair Membaca Pahlawan. Senin (14/11) pukul 14.00 WIB, buku tersebut akan diluncurkan di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Buku antologi puisi 77 Penyair Membaca Pahlawan tersebut akan dibedah oleh Sutardji Calzoum Bachri, yang dikenal sebagai Presiden Penyair Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia tentu akan berbagi strategi kreatif tentang bagaimana memaknai pahlawan, untuk kemudian dinarasikan ke dalam karya cipta puisi.

Bacaan Lainnya

Selain Sutardji, ada Sunu Wasono, doktor sastra Indonesia dari Universitas Indonesia (UI). Dosen sekaligus penyair ini, akan memberi pencerahan kepada kita tentang narasi-narasi kepahlawanan dalam kesusasteraan Indonesia. Termasuk, memberi pengayaan diksi, agar puisi kepahlawanan tidak tergelincir hanya menjadi kumpulan slogan tentang pahlawan.

Ada juga Letnan Jenderal (Purn) TNI Johannes Suryo Prabowo. Ia adalah mantan Kepala Staf Umum (Kasum) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kita tahu, Kasum TNI adalah pejabat yang berfungsi sebagai pimpinan staf di dalam lingkungan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Ia merupakan alumni AKABRI tahun 1976 dan berhasil menyandang penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Saksi Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

Baca Juga :  Fenomena Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Nah, ketiga sosok yang kompeten di bidang masing-masing itulah, yang akan menjadi pembicara dalam peluncuran buku antologi puisi 77 Penyair Membaca Pahlawan tersebut. Artinya, dalam kesempatan itu, kita akan mendapatkan pencerahan serta pengembangan wawasan tentang kepahlawanan. Termasuk, bagaimana menarasikannya ke dalam puisi.

Bagi ke-77 penyair yang karya mereka termaktub dalam buku itu, tentu ini sebuah penghormatan dalam berkarya. Karena, karya mereka disambut serta dibahas oleh ketiga sosok kompeten di atas. Di sisi lain, mereka yang hadir, tentu akan terinspirasi oleh beragam sudut pandang tentang kepahlawanan yang bisa disoroti melalui puisi.

Pos terkait