Tak Pedulikan Aturan, Sopir Ekspedisi Tetap Bongkar Muatan di Tepi Jalan

sopir
TEGURAN: Dinas Perhubungan Kotawaringin Barat menegur sopir truk ekspedisi yang melakukan bongkar muat di Jalan Pasir Panjang, belum lama ini. (Istimewa)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kurangnya kesadaran para sopir truk ekspedisi dari Jawa untuk memanfaatkan terminal bongkar muat di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mendapat perhatian Dinas Perhubungan Kabupaten Kobar.

Aktivitas bongkar muat di sembarang tempat tersebut menunjukan ketidakpatuhan para sopir. Padahal fasilitas bongkar muat telah dibangun dengan prasarana yang memadai.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kobar Amir Hadi mengatakan, fasilitas memadai di terminal bongkar muat tidak dimanfaatkan oleh para sopir.

bongkar muat (2)

“Sosialisasi untuk melakukan bongkar muat telah sering kita lakukan, bukan hanya secara langsung tetapi juga melalui saluran informasi media sosial, papan informasi, namun penerapan di lapangan tidak optimal,” keluhnya.

Selain melakukan sosialisasi, bidang angkutan Dishub Kobar juga aktif melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengawasan angkutan barang di beberapa titik strategis. Diantaranya  pengawasan di lokasi Jalan Ahmad Yani, Jalan Matnoor, Jalan Natai Arahan, termasuk juga Jalan Kubu-Kumai dan Jalan Pasir Panjang, dan pengawasan dilakukan secara rutin.

Baca Juga :  Kecamatan Aruta Langganan Banjir, Sudah Enam Desa dan Lima RT Tergenang Air 

Hal tersebut guna memastikan para sopir mematuhi aturan dan penggunaan terminal bongkar muat yang disediakan, bahkan dalam pengawasan Dishub Kobar menggandeng kepolisian dan instansi terkait.

“Penegakan aturan ini bukan hanya untuk ketertiban, tapi juga demi keselamatan para pengguna jalan. Penggunaan terminal bongkar muat yang tepat dapat mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan oleh Dishub Kobar masih menghadapi banyak kendala di lapangan, karena masih banyak sopir yang memilih melakukan bongkar muat di pinggir jalan.

Sebagai langkah lanjutan, Dishub Kobar berencana untuk meningkatkan frekuensi sosialisasi dan menambah jumlah personel pengawasan di lapangan. Dishub juga mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada sopir yang secara konsisten mematuhi aturan dan menggunakan terminal yang telah disediakan.

Dengan langkah langkah tersebut diharapkan tingkat kesadaran dan kepatuhan para sopir truk dapat meningkat, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di wilayah Kotawaringin Barat.



Pos terkait