Tak Punya Pekerjaan, Nekat Jualan Sabu

penangkapan sabu
Ilustrasi

SAMPIT – Susanti  harus mendekam di balik jeruji besi penjara. Hal ini berawal ketika dirinya pusing mencari pekerjaaan. Kala itu dia mengadu ke rekannya bernama Ikur. disitulah dia ditawari menjadi  pengedar sabu dan ia tidak menolak.

Akibat perbuatannya, Susanti ditangkap polisi dan diproses hukum. Kasusnya sudah tahap persidangan di Pengadilan Negeri Sampit, status Susanti sebagai terdakwa.

Saat sidang berlangsung. Menurut saksi Artoni, terdakwa diamankan karena di kediamannya didapat informasi sering transaksi narkotika jenis sabu-sabu. “Saat kita geledah ditemukan sabu sebanyak 50 paket,” kata Artoni, anggota Satreskoba Polres Kotim.

Kata saksi, dari pengakuan terdakwa, sabu itu milik Ikur, di mana terdakwa mengaku hanya menjualnya saja.”Waktu itu Ikur ke Sampit dan minta terdakwa untuk menjualsabu,” kata saksi.

Setiap penjualan sabu sebesar Rp 1 juta, terdakwa diberi upah sebesar Rp 200 ribu, dan itu dilakukannya sudah beberapa kali.”Terdakwa ini perannya hanya sebagai perantara saja,” beber saksi.

Hanggulan, saksi lainnya menambahkan, terdakwa menghubungi Ikut untuk minta dicarikan pekerjaan. Ikur dari Sampit diminta terdakwa ke Ujung Pandaran. “Oleh Ikur, terdakwa ditawari jual sabu dan terdakwa mau menjualnya,” tegas Hanggulan.

Baca Juga :  Mabuk Miras, Suami Aniaya Istri

Dari pengakuan terdakwa, kata saksi, sudah sempat menjual 1 paket sabu, di mana uang yang turut diamankan merupakan hasil penjualan. Susanti mengaku dalam sebulan 2 kali menjual sabu atas perintah Ikur, itu terungkap saat sidang.Jadi kuris sabu, Susanti menyebutkan dititipkan sabu oleh Ikur kepadanya sehari sebelum diamankan, terdakwa sadar kalau sabu itu dilarang untuk dijual.

“Karena keadaan, saya mau saja menjualnya yang mulia,” ucap terdakwa.

Ikur menitipkan sabu ke terdakwa sebanyak 51 paket dengan harga per paket bervariasi, mulai dari Rp 70 ribu, Rp 75 ribut hingga Rp 100 ribu.”Kalau yang terjual 1 paket itu seharga Rp 70 ribu,” sebutnya.

Menurut terdakwa sudah beberapa kali menjual sabu untuk Ikur di mana sebulan 2 kali, penjualan itu dilakukan sejak April 2021. “Sebelumnya sudah ada terima upah dari Ikur,” tukasnya.

Pos terkait