Tantangan Berat Karateka Kotim Pertahankan Juara Umum

Karateka
PEMBUKAAN: Ketua KONI Kotim Ahyar Umar bersama Ketua Federasi Olahraga Karate-do Indonesia  (Forki) Kotim Wim Reinardt Kalawa Benung, saat pembukaan pertandingan cabor karate Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) di Stadion 29 November, Jumat (3/6). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Tantangan berat akan dihadapi cabang olahraga (cabor) karate di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 mendatang.

Sebagai salah satu cabor yang menorehkan sejarah sebagai juara umum dalam ajang Porprov 2018, tentu menjadi tantangan berat untuk mempertahankan prestasi yang sama bahkan lebih baik lagi pada Porprov tahun depan.

Bacaan Lainnya

“Kami punya target untuk mempertahankan juara umum. Porporv tahun 2018 lalu, cabor karate berhasil meraih delapan medali emas dari total 16 medali emas yang diperebutkan. Separuhnya sudah kami kuasai. Mudah-mudahan tahun 2023 yang akan datang kita bisa mempertahankan juara umum lagi,” kata Ketua Federasi Olahraga Karate-do Indonesia  (Forki) Kotim Wim Reinardt Kalawa Benung,  saat pembukaan pertandingan cabor karate Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) di Stadion 29 Nopember, Jumat (3/6).

Ia mengakui ada kendala yang dihadapi cabor karate menuju Porprov 2023 mendatang. Salah satunya kendala batasan usia yang membuat atlet karate kebanggaan Kotim yang sudah melewati batas usia maksimal tak diperbolehkan lagi mengikuti Porprov 2023.

“Kendala batasan usia untuk cabor karate ini dialami semua kabupaten. Atlet karate Kotim yang bertanding dalam Porprov tahun 2018 lalu tidak bisa lagi ikut Porprov tahun depan karena keterbatasan usia. Itu dialami tidak hanya Kotim tetapi juga Se-Kalteng. Batas umur atlet 22-25 tahun, lebih dari itu tidak boleh ikut bertanding dalam Porprov tahun depan,” ujar pria yang masih aktif menjabat sebagai Kepala Dispora Kotim ini.

Meski demikian lanjut Wim, aturan batasan usia tak menjadi kendala yang berarti untuk tetap optimistis meraih juara umum tahun depan. “Kita sudah mempersiapkan lapis kedua yang kita harapkan bisa meraih medali lagi dan ada dua lawan berat Kotim yakni atlet dari Barito Utara dan Palangka Raya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Ketua KONI Kotim atas dukungan pembinaan cabor atlet karate di Kotim. “Terima kasih kepada Ketua KONI yang sudah banyak membantu dan mendukung untuk kemajuan prestasi cabor karate di Kotim. Dengan adanya dukungan dari KONI Kotim, cabor karate optimistis dapat meraih juara umum lagi tahun depan,” ujarnya.

Koordinator Cabor Karate Porkab Kotim 2022 Rudi Setiawan mengatakan,  dalam ajang Porkab ini, ada 86 atlet dari 11 kecamatan yang mengikuti pertandingan karate Porkab 2022.

“Perserta dibatasi berdasarkan klasifikasi usia mulai dari 16-20 tahun. 86 pemain ini akan memperebutkan 56 medali dalam cabor karate Porkab,” ujarnya, selaku Koordinator Cabor Biliard dan Karate Porkab Kotim 2022.

Rudi melanjutkan, sistem pertandingan karate terbagi menjadi 14 kelas. Diantaranya kelas kata perorangan putra dan kata putri serta kelas kata beregu. Dengan bobot berat badan untuk kumite putri (-42 kg, -59kg, -55kg, -60kg, dan -68 kg) dan kumite putra (-48 kg, -55 kg, -61 kg, -67 kg, -75 kg, -84 kg).

“Wasit dipimpin oleeh Sensei Yana yang memiliki sertifikat sebagai Juri Asia Tenggara dan ada 3 orang Wasit Juri Nasional dan tambahan Wasit Juri Propinsi dan kabupaten sebanyak 6 orang,”tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim Ahyar Umar memiliki target akan menyapu bersih medali Porprov 2023 mendatang.

“Cabor karate menajdi salah satu cabor yang mendapatkan perhatian khusus. Karena pernah meraih juara umum dalam Porprov 2018 lalu. Ke depan, saya berharap cabor karate bisa mempertahankan prestasinya dan bisa menyapu bersih medali,” ujarnya, saat membuka pertandingan cabor karate di Gedung Indoor Tenis Stadion 29 Nopember.

Pos terkait