SAMPIT, radarsampit.com – Ary Dewar melakukan manuver politik dengan meninggalkan Partai Gerindra, bergabung dengan Partai Nasdem. Pengalaman politik yang mumpuni membuatnya langsung didapuk sebagai Dewan Pakar DPD Nasdem Kotim.
Di depan pengurus DPD Nasdem Kotim, Ary Dewar sempat curhat bagaimana perjuangannya menghidupkan Partai Gerindra Kotim di masa awal.
Pilihan Ary Dewar ke Nasdem merupakan keberuntungan tersendiri bagi Nasdem. Secara politik, Ketua DPC Gerindra Kotim selama 12 tahun ini sarat dengan pengalaman.
Ary menuturkan, dia menjatuhkan pilihan ke Nasdem setelah meminta restu pada ibu, serta istri dan anaknya. Saat itu dia melirik Nasdem sebagai partai yang sejalan dengan prinsip dirinya selama ini.
Perjalanan politik Ary Dewar sebelumnnya dikenal dan menjadi DPRD Kotim melalui Partai Demokrat. Pada 2008, ia memutuskan pindah ke Partai Gerindra di Kotim dan memimpin sejak 2010 hingga 2023. Selama 13 tahun dia mengambi di partai tersebut.
”Dulu saat Demokrat dan Gerindra masih kecil, tidak banyak yang mau bergabung. Apalagi saat mengusung Prabowo jadi presiden di awal-awal itu, bukan main sulitnya, karena waktu itu Gerindra bukan partai penguasa. Banyak tekanan dan penuh intervensi. Tapi, setelah besar, justru banyak yang ingin masuk. Saya keluar karena perahu sudah penuh. Harus ada yang turun,” ujar Ary Dewar.
Ary cukup bangga dengan Partai Gerindra di Kotim saat ini sudah masuk tiga besar hingga kaderisasi internalnya berjalan baik. Secara tidak langsung, dia terbilang sukses memimpin partai itu hingga akhir jabatannya.
Ary Dewar mengungkapkan, keputusannya bergabung ke Nasdem melalui proses yang panjang dan telah mendapat restu keluarga. Visi misi Nasdem dinilai sejalan dengan hati nuraninya.
”Di usia ke-60 tahun ini, saya ingin jadi motivasi bagi anak muda. Produktivitas tidak mengenal usia. Saya gabung ke Nasdem juga untuk mendukung Syahbana, tokoh muda berprestasi. Saya ingin sukses bersama memajukan partai ini,” ujarnya.
Keduanya menargetkan Nasdem masuk tiga besar di Kotim dan memiliki kursi unsur pimpinan DPRD Kotim pada Pileg 2029.
”Kami akan berkolaborasi dan bersinergi untuk memajukan Nasdem di Kotim. Tentunya target politik jangka panjang itu bagaimana caranya Nasdem masuk dalam tiga besar di Kotim,” tegas Ary Dewar.
Ketua DPD Nasdem Kotim Syahbana mengaku bangga dengan bergabungnya Ary Dewar. Selain memperkuat amunisi Nasdem Kotim, kehadiran Ary Dewar juga menjadi daya tarik bagi berbagai tokoh dari latar belakang berbeda untuk ikut bergabung.
”Beliau tokoh sangat potensial di Dapil 4, di mana Nasdem belum memiliki kursi. Kami berharap 2029 bisa merebut kembali kursi di sana bersama Ary Dewar,” ujarnya.
”Ini amunisi baru bagi kami. Nasdem yang baru tiga kali ikut pileg, sempat meraih 3 kursi (2014), 4 kursi (2019), dan menurun jadi 2 kursi (2024). Dengan kehadiran Ary Dewar, kami targetkan 2029 bisa raih lima kursi,” kata Syahbana.
Syahbana menilai sosok Ary Dewar adalah energi baru yang membawa banyak simpatisan dari berbagai latar belakang seperti pensiunan ASN, pengusaha, hingga mantan kader partai lain.
”Kami meyakini dengan tambahan tenaga baru ini membuat Nasdem di Kotim akan memiliki akselerasi dan menambah daya gedor di pemilu mendatang,” ujarnya. (ang/ign)








