SAMPIT, radarsampit.com – Sejumlah tokoh muda dari partai politik mulai bernunculan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Mereka mengambil ancang-ancang sebagai penantang petahana.
Informasi dihimpun Radar Sampit, Partai Golongan Karya mulai mempersiapkan kadernya. Partai berlambang beringin yang memiliki sejumlah kader berlatar akademisi dan pengusaha di Kotim ini memastikan diri bertarung dengan mengusung calon sendiri.
Partai Golkar memunculkan sejumlah nama untuk berlaga dalam arena pilkada. Di antaranya Fredy Mustofani, Bendahara DPD Golkar Kotim. Dia juga dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses.
Fredy ini merupakan nama yang tidak asing di Kotim. Dia mengaku masih menunggu keputusan Partai Golkar. Keputusan maju atau tidaknya tergantung partai. Namun, dia meyakini Golkar akan mengusung kadernya sendiri, karena sudah menjadi tradisi.
”Kami sebagai kader partai tugasnya ada dua, yakni melaksanakan keputusan partai dan mengamankannya. Jika partai menugaskan untuk maju di Pilkada Kotim, saya tentunya siap dengan segala konsekuensi yang muncul nantinya,” tegasnya.
Fredi menegaskan, partai tidak akan sembarangan menempatkan kadernya maju sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Survei internal jadi indikator penting untuk menentukan langkah politik partai.
”Pada intinya kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya,” ujar Fredy.
Selain Fredy, ada kader Golkar lainnya, Rahadian Fani. Caleg DPRD Provinsi Kalteng yang berhasil melenggang ini meraih suara tinggi pada Pemilu 2024. Dia bahkan mengungguli suara petahana. Hal tersebut bakal jadi modal penting dan nilai tawar bagi sosok berlatar pengusaha ini untuk maju.
Di luar Golkar, ada nama Abdul Hafid. Wakil Ketua DPW PAN Kalteng ini juga mendulang banyak suara pada Pemilu 2024, yang mengantarkannya mengisi kursi DPRD Kalteng dari jajaran politikus baru.
Abdul Hafid tak membantah kabar yang menyebut dirinya akan maju dalam Pilkada Kotim. Dia menegaskan, tak akan menolak apabila partai menugaskannya maju dalam pesta demokrasi memilih bupati-wakil bupati Kotim November mendatang.
”Ketika saya mendapatkan amanah dari partai untuk ditugaskan menjadi salah satu kontestan, saya harus tunduk dan patuh. Artinya, siap tidak siap kalau sudah penugasan partai harus maju,” kata pria berlatar belakang jurnalis ini.
Ketika disinggung soal dirinya yang baru terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Kalteng, Hafid menyatakan hal itu bukan halangan untuk maju pilkada.
”Kalaupun ditugaskan partai dan harus mundur dari kursi wakil rakyat tidak jadi masalah, karena konsekuensinya begitu,” kata mantan Ketua Karang Taruna Kalteng ini.
Pengamatan Radar Sampit, sejauh ini sosok penantang petahana belum banyak terlihat. Di sisi lain, pasangan petahana, Halikinnor-Irawati juga belum memastikan akan kembali maju bersama dalam Pilkada Kotim mendatang.
Apabila kembali maju, pasangan Harati akan didukung penuh PDIP yang memenangkan Pemilu 2024 di Kotim dan menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung kadernya sendiri. (ang/ign)








