Unjuk Rasa di Kejari Katingan, Warga Desak Usut Dugaan Korupsi BLT dari Dana Desa

demo dugaan korupsi blt
AKSI DAMAI: Sejumlah warga Desa Terusan Danum, melakukan aksi damai di depan Kejari Katingan, Rabu (12/10). (HARI SOSILO/RADAR SAMPIT)

KASONGAN, radarsampit.com – Sejumlah warga dari Desa Terusan Danum, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan, melakukan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri Katingan. Aksi tersebut terkait dugaan penyalahgunaan dan penyimpangan dana desa yang dilakukan aparat desa setempat.

Perwakilan aksi, Yardi, mengatakan, pihaknya meminta Kejari Katingan menyelidiki dugaan korupsi Dana Desa Terusan Danum tahun 2017 sampai 2022. Terutama terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa.

Bacaan Lainnya

”Penyaluran BLT diduga terjadi penyimpangan. Misalnya, pembagian BLT sering dikurangi setiap bulan. Kadang dibayar tiga bulan, malah dibayar dua bulan. Makanya, kami warga Terusan Danum ingin memperjuangkan hak kami,” ucapnya, Rabu (12/10).

Dia menuturkan, sejauh ini warga yang menjadi penerima bantuan tersebut sekitar 130 kepala keluarga. Bantuan yang diterima setiap bulannya mencapai Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Duh, Proyek Aspirasi Dewan di Ambang ”Bencana”

”Masyarakat merasa keberatan dan meminta dugaan penyimpangan tersebut diusut tuntas,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pendataan terhadap penerima dinilai tidak valid dan akurat. Warga telah menyampaikan ke BPD dan kecamatan terkait masalah tersebut.

”Makanya kami ingin laporan terhadap Kepala Desa Tarusan Danum dan bendaharanya bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Katingan Tandy Mualim mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga tersebut dengan memanggil kepala desa terkait untuk dimintai keterangan.

”Kami melakukan pertemuan dengan perwakilan aksi damai. Mereka juga menyampaikan beberapa item laporan terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan,” katanya. (sos/ign)

Pos terkait