Vina dan Vita, Dua Sahabat yang Menekuni Bisnis Parsel di Sampit

Semakin Sukses di Tengah Persaingan Ketat

parsel
BANJIR ORDERAN: Vitasari Kusnaningrum dan Vina Fitriana (kanan) sedang sibuk merangkai parsel di Kompleks Green Mentaya Residence, Jalan Mentaya Raya, Sampit, Senin (17/4).

Lebaran, Natal, dan Tahun Baru Imlek menjadi momentum yang ditunggu-tunggu Vina Fitriana dan Vitasari Kusnaningrum. Di saat itulah rezeki mengalir deras ke kantong mereka. Sebab, dua sahabat ini kebanjiran pesanan parsel ketika hari besar keagamaan tiba.

radarsampit.com

Bacaan Lainnya
Gowes

Memasuki pekan keempat Ramadan atau satu pekan menjelang Lebaran, Vina dan Vita semakin sibuk merangkai parsel. Beragam kue, snack, sirup, minuman, hingga gelas keramik disusun dalam keranjang rotan. Ada yang setinggi 30 centimeter, ada yang tingginya sampai satu meter. Desain maupun isi parsel menyesuaikan harga.

”Bermacam macam harganya. Kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta,”ucap Vina Fitriana saat ditemui di tempat usahanya, Komplek Green Mentaya Residence, Jalan Mentaya Raya, Sampit, Senin (17/4).

Vina dan Vita memulai usaha parsel sejak lima tahun lalu. Awalnya membuat parsel hanya untuk mengisi waktu luang saat Ramadan.

Baca Juga :  Kebakaran di Kuala Kuayan Diduga Disengaja

”Ternyata laris, peminatnya banyak. Kami lanjutkan usaha parsel sampai sekarang. Pesanan paling ramai saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru Imlek,” kata Vina.

Dari tahun ke tahun, pengusaha parsel semakin banyak. Apalagi pada Lebaran tahun ini, para pemain baru mulai bermunculan.

”Banyak banget yang jualan parsel sekarang. Bisa tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Tapi tidak masalah bagi kami, karena kami sudah punya market sendiri,” ujarnya.

Pelanggan parsel dari berbagai kalangan, mulai  perusahaan, pejabat, politikus, hingga perorangan.

Persiapan pun dilakukan satu bulan sebelum Ramadan.  Mereka belanja berbagai perlengkapan, aneka makanan dan minuman, serta beragam gelas cantik untuk bahan parsel. Belanjanya langsung ke distributor sehingga dapat potongan harga.

Ia mempromosikan usahanya itu di sejumlah media sosial. Pengambilan foto produk pun dilakukan dengan bantuan pencahayaan yang baik sehingga hasilnya sangat menarik.

Saking banyaknya pesanan, Vina dan Vita tidak mampu lagi menangani sendiri. Mereka merekrut dua orang lagi untuk membantu melayani pesanan. ”Lembur terus, banyak pesanan,”kata Vina.



Pos terkait