Warga Sampit Diminta Waspada Hujan Deras Dibarengi Air Pasang 

Plt Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo
Plt Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo

SAMPIT, radarsampit.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang dipicu hujan deras dan air pasang.

“Dalam tiga hari ke depan masih ada potensi hujan dengan intesitas ringan hingga deras di Kota Sampit dan sekitarnya,” kata Plt Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo yang menggantikan  Kepala BMKG Kotim Musuhanaya yang sudah purnatugas per 1 April lalu.

Mulyono memperingatkan pada 6 Mei diprediksi akan terjadi gerhana perige dimana Bumi berada dekat dengan Bulan sehingga dapat berdampak terhadap perubahan air pasang maksimum lebih tinggi dari biasanya.

“Ketinggian air pasang itu bisa mencapai di atas 3 meter. Begitu juga yang akan terjadi pada tanggal 8 dan 23 Mei, ada bulan baru yang dapat menyebabkan  air laut pasang lebih tinggi dari biasanya. Apabila diiringi hujan, maka potensi  banjir di Kota Sampit dan kecamatan lain bisa dimungkinkan terjadi,” kata Mulyono, Jumat (3/5/2024).

Dalam beberapa hari terakhir, BMKG Kotim telah memantau  curah hujan ekstrim dan lebat, yaitu pada tanggal 28 April terjadi hujan ekstrim dan pada 30 April terjadi hujan lebat.

Baca Juga :  Kabut Misteri Kematian PNS RSUD Murjani, Sudah Puluhan Saksi Diperiksa

Hal ini pula yang berdampak terhadap banjir pada Senin (29/4/2024) dini hari hingga Kamis (2/5/2024) yang mengakibatkan belasan ruas jalan, pekarangan halaman hingga rumah warga di Kota Sampit terendam. Kondisi tersebut semakin diperparah adanya air pasang yang mengakibatkan genangan banjir tak kunjung surut selama tiga hari.

“Berdasarkan prakiraan potensi banjir pada dasarian II dan III Mei khususnya di wilayah tengah dan selatan Kotim diprediksi akan terjadi penurunan curah hujan,” katanya.

Transisi perubahan musim hujan ke musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Juli 2024. “April lalu puncak hujan di Kotim dan akan terjadi penurunan curah hujan pada Mei, Juni. Pada Juli akan terjadi transisi perubahan musim dan diperkirakan Agustus dasarian pertama (tanggal 1-10) mulai memasuki musim kemarau,” tandasya. (hgn/yit) 



Pos terkait