Warga Tanjung Terantang Dihantui Serangan Buaya

ilustrasi buaya
ilustrasi buaya

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Warga Desa Tanjung Terantang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), merasa resah dengan seringnya kemunculan buaya yang masuk ke anak sungai di permukiman masyarakat.

Anak sungai selebar enam sampai delapan meter tersebut terhubung ke Sungai Arut dan Sungai Lamandau dan berseberangan dengan Suaka Margasatwa (SM) Lamandau yang diketahui menjadi habitat asli buaya dan satwa endemik lainnya.

Bacaan Lainnya

Kemunculan buaya juga menjadi kendala masyarakat untuk mengembangkan wisata susur sungai di anak sungai tersebut.

Warga Desa Tanjung Terantang, Yanto mengungkapkan bahwa penampakan buaya yang sering terlihat membuat warga tidak aman untuk beraktifitas di air.

“Kita juga sulit ingin mengembangkan wisata air, karena buaya sering masuk ke permukiman, beberapa waktu lalu buaya yang menyerang warga kami ditangkap, tapi malam harinya warga kembali melihat buaya lain lebih besar masuk,” ungkapnya.

Baca Juga :  Residivis di Pangkalan Banteng Ini Tak Jera Edarkan Sabu

Ia menduga buaya-buaya yang masuk berasal dari Sungai Arut yang memang merupakan habitat aslinya. Diharapkan BKSDA  melakukan pengawasan berkala terhadap buaya di kawasan SM Lamandau yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.

Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Dendi Setiadi menjelaskan, tidak menutup kemungkinan buaya berasal dari SM Lamandau, namun dia tidak bersepakat ketika ada generalisir bila ada buaya yang masuk ke permukiman dari SM Lamandau.

“Bisa saja terjadi, memang buaya melintasnya kemana-mana. Jetapi jangan dijadikan ukuran setelah tertangkap yang di Desa Tanjung Terantang, digeneralisir kalau ada buaya pasti dari SM Lamandau,” tandasnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait