”Pemerintah daerah yang membangun tempatnya atau pemilik tanah kalau mau bangun sendiri silakan. Dia tinggal memungut sewanya. Kalau pemerintah paling retribusi,” ujarnya.
Setelah diperbaiki semuanya, pihaknya akan menggelar car free day di kawasan tersebut. Rencananya, pemerintah akan mengalihkan kuliner di Taman Kota Sampit. Untuk Taman Kota Sampit akan didesain ulang agar menjadi ikon yang betul-betul menarik.
”Ketika ada yang masuk Sampit, ada sesuatu yang berbeda. Kenapa kuliner semua juga di sini? Karena, orang kalau melihat sesuatu yang agak berbeda, pasti akan mampir, sehingga ekonomi masyarakat, UMKM kita akan bangkit,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim Johny Tangkere menambahkan, saat ini tiang yang terpasang sudah sekitar 85 persen. Pihaknya memperkirakan pemasangan seluruh tiang selesai pada pekan ini.
Pemasangan tiang terdiri dari 86 tiang lengkung di sebelah kiri, 86 tiang lengkung sebelah kanan, dengan total 172 tiang lengkung. Kemudian, 18 tiang lurus, sehingga total tiang ada 190 buah. ”Ini sudah 85 persen terpasang,” ujarnya.
Anggaran yang disediakan untuk pembangunan PJU terowongan cahaya sesuai hasil lelang sebesar Rp 14,8 miliar. Tiang lengkung berwarna kuning terang itu akan dipasang sepanjang 3,5 km, yang dimulai dari Bundaran Adipura Samekto Sampit sampai depan Pondok Pesantren Guru Chairul. ”Kurang lebih sepanjang 3,5 km,” imbuhnya.
Pihaknya berharap terowongan cahaya itu nantinya bisa menjadi daya tarik wisata baru bagi Kotim. ”Apabila selesai nanti, terowongan cahaya ini akan menjadi ikon baru yang ada di Sampit selain jelawat. Terowongan cahaya ini akan semakin membuat Sampit indah dilihat dan menarik,” ujarnya. (yn/ign)







