63 Tahun Bank Kalteng: Lebih dari Sekadar Logo Baru, Bank Kalteng Siap Hadapi Tantangan di Era Digital

Plt Direktur Utama Bank Kalteng : Hadirkan Layanan Perbankan Canggih dan Relevan

hut bank kalteng

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Capaian luar biasa diraih Bank Kalteng. Satu-satunya bank milik masyarakat Kalimantan Tengah dengan tajuk Bank Ayun Itah.

Bank Kalteng kini menginjak usia 63 tahun, usia yang cukup panjang bagi sebuah bisnis untuk dapat tetap eksis, bahkan terus bertumbuh tahun demi tahun.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan ini ditandai dengan meluasnya jangkauan layanan Bank Kalteng yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah dengan total 108 jaringan kantor dan sebaran terminal perbankan elektronik (ATM/CDM/CRM) sebanyak 254 unit di seluruh Kalimantan Tengah sehingga total keseluruhan jaringan adalah 361 jaringan (per September 2024).

Hal itu disampaikan secara langsung Plt. Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah bersama direksi bank Kalteng saat puncak acara perayaan HUT ke-63 Bank Kalteng di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Selasa (29/10/2024). Dalam momen itu Bank Kalteng melakukan launching logo baru.

Prosesi dilakukan secara langsung oleh Muhammad Katma F Dirun selaku Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, komisaris dan direksi PT Bank Kalteng serta pengurus lainya.

Adapun launching logo baru ini ditujukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, logo baru Bank Kalteng yang akan efektif pada tahun 2025.

Plt. Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengungkapkan bahwa perubahan ini bukan sekadar visual semata, tetapi sebuah langkah nyata untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih canggih dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Logo ini mencerminkan karakter, kemampuan, dan harapan kami untuk terus berinovasi. Bank Kalteng ingin terus berperan sebagai motor penggerak perekonomian daerah sekaligus merangkul teknologi digital dalam setiap aspek layanannya,” ujar nya

Lanjutanya, Logo baru ini menyimpan filosofi mendalam, terinspirasi dari Burung Tingang, ikon khas Kalimantan. Burung ini bukan hanya melambangkan kepemimpinan dan kewibawaan, tetapi juga menyiratkan kesetiaan, keindahan, serta kesejahteraan bagi daerah dan masyarakatnya.

Adapun elemen warna yang menjadi identitas baru Bank Kalteng mencerminkan ketegasan (hitam), keberanian (merah), harapan (hijau), energi positif (kuning), kedamaian (ungu), melalui filosofi ini, Bank Kalteng bertekad untuk menghadirkan layanan yang penuh ketegasan dan keberanian dalam mengambil langkah maju, energi positif dalam perubahan, dan harapan, kedamaian, serta kebijaksanaan untuk masa depan yang lebih cerah.

”Pesan utama dari perkenalan logo baru ini tentunya juga untuk memberikan statement pada public bahwa Bank Kalteng itu berubah. Budaya kerja kita akan berubah menjadi lebih baik, lincah, produktif dan tentunya adaptif. Dengan logo yang baru dan terlihat lebih dinamis ini, proses bisnis seperti kredit dan berbagai layanan jasa kita juga akan lebih baik, menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang militan,” ulas Maslipansyah.

Ia meyakini, menyadari bahwa untuk tetap relevan dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah, PT Bank Kalteng harus mampu beradaptasi. Transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.

”Konkretnya Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, perubahan ini tentu menjadi angin segar. Dengan wajah dan semangat baru, Bank Kalteng siap memasuki babak baru yang lebih inovatif, namun tetap setia pada misi melayani masyarakat dengan sepenuh hati,”ungkapnya.

Untuk diketahui tren kinerja positif juga tercermin dari kinerja keuangan Bank Kalteng yang bertumbuh sejak tahun 2023 sampai dengan bulan September 2024.

Secara year on year (yoy) total Aset Bank Kalteng bertumbuh 25,92% atau sebesar Rp18.5 T dan telah mencapai 108,18% dari target, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,19% dibanding tahun 2023 atau tersalur sebesar Rp10,4 T, dengan persentase Kredit Modal Kerja yang lebih tinggi 18,58% dibanding tahun sebelumnya, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,22% dari tahun sebelumnya atau sebesar Rp13,3 T lebih tinggi 13,7% dari target.

Pos terkait