Pencapaian Radar Sampit tidak diperoleh dengan cara instan. Banyak upaya, keringat dan kerja keras yang dilakukan karyawan dengan kekompakan dan kebersamaan hingga tetap eksis berdiri di usianya yang ke-18 tahun.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Halaman dan sebagian kursi dan tenda yang disiapkan masih basah setelah hujan deras mengguyur Kota Sampit sejak malam hingga Senin (29/4/2024) pagi.
Kecemasan sempat terlintas dalam benak pikiran panitia penyelenggara, khawatir hujan menjadi kendala dalam acara puncak hari ulang tahun (HUT) Radar Sampit ke-18 tahun yang jatuh 17 April 2024 lalu.
Kekhawatiran itu tak terjadi, semesta mendukung kesukseksan acara. Hujan mereda, meski sejumlah titik jalan tergenang banjir dan sebagian halaman paving Kantor Radar Sampit yang berlokasi di Jalan MT Haryono masih nampak basah.
Tamu undangan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kotim serta pelajar beserta guru pendamping sekolah yang masuk nominasi sebagai pemenang lomba menulis untuk Bupati Kotim mulai berdatangan memenuhi undangan yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB.
Kehadiran sosok orang nomor satu di Kotim pun tiba pukul 09.38 WIB, dengan pakaian dinasnya Bupati Kotim Halikinnor datang bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Fajrurrahman. Keduanya mengisi buku kehadiran tamu dan disusul kedatangan Wabup Kotim Irawati.
Mengawali kegiatan itu, Agus Jaka Purnama membacakan doa untuk kelancaran dan kesuksesan acara.
Yuni Pratiwi Iskandar sebagai pemandu acara kemudian memanggil Direktur Radar Sampit Siti Fauziah menyampaikan sambutan seputar perjuangan, perkembangan dan pencapaian Radar Sampit.
“Bagi kami bukan sesuatu yang mudah Radar Sampit bisa bertahan berdiri diusia 18 tahun. Terutama saat pandemi 2020 lalu, menjalankan bisnis media cetak cukup berat. Apalagi saat ini teknologi digital berkembang pesat,” kata Siti Fauziah.
Sebagai media Surat Kabar Harian Radar Sampit yang menjadi bagian dari anak perusahaan Jawa Pos Group, Siti tak dapat memungkiri Radar Sampit sebagai media konvensional menghadapi penurunan oplah penjualan koran yang terus terjadi dari tahun ke tahun terutama dalam empat tahun terakhir.
“Ini terjadi karena masyarakat punya pilihan sendiri membaca informasi dari dunia digital, tidak harus melalui koran atau komputer atau laptop tapi bisa melalui handphone dalam genggaman,” katanya.
Dengan segala tantangan itu, Radar Sampit tetap menjalankan prinsip untuk terus kreatif menyesuaikan perkembangan teknologi digital.
“Ada dua plihan kreatif atau mati dan kami memiliki prinsip untuk terus kreatif yang dibuktikan dengan saat ini Radar Sampit juga tidak hanya memiliki koran cetak, tetapi juga bergerak diberbagai platform media,” kata Siti.
Radar Sampit kini sudah memiliki website radarsampit.com, radarsampit.jawapos.com yang termasuk grup Jawa Pos, Prokalradarsampit.com dengan sebaran wilayah Kalimantan sehingga ada tiga portal media online yang dimiliki dan dikelola Radar Sampit.
Selain itu, Radar Sampit juga mengembangkan Youtube dengan 3.497 subscriber, Tiktok 432.500 follower, Instagram 46.702 follower dan Facebook 23.075 follower.
“Alhamdulillah, Youtube Radar Sampit sudah menghasilkan uang dari iklan meskipun angkanya masih belum seberapa tetapi itu sudah menjadi pertanda baik bahwa usaha kami membuahkan hasil bahwa kami tidak akan mati diusaha konvensional saja,” katanya.
Sejarah dan perkembangan Radar Sampit tak lepas dari dukungan Pemkab Kotim khususnya Bupati Kotim Halikinnor sehingga Radar Sampit masih tetap bisa bertahan hingga usia ke-18 tahun.








