Aktif Jalankan Program Ibadah, Masjid Syuhada Tak Pernah Sepi Jemaah

Jelajah Masjid di Kota Sampit selama Ramadan (12)

boks (2)
Masjid Syuhada, Jalan Baamang I, Kelurahan Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur

Salah satu cara memakmurkan masjid bukan hanya dilihat dari kemegahan bangunannya. Ada hal yang lebih penting, yaitu keaktifan pengurus dalam menjalankan program ibadah, sehingga terus mendatangkan jemaah seperti yang dilakukan Masjid Syuhada di Sampit.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Memasuki malam ke-17 Ramadan 1445 Hijriah Rabu (27/3/2024) malam, umumnya jemaah yang tadinya ramai diawal beribadah ke masjid, mulai berkurang. Namun, hal itu tidak terjadi di Masjid Syuhada.

Meskipun berada di pinggiran Kota Sampit, tepatnya di Jalan Baamang I, Kelurahan Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Masjid Syuhada tak pernah sepi jemaah ketika waktu salat tiba.

masjid
JEMAAH: Suasana Masjid Syuhada saat Ramadan tahun ini, Rabu (27/3/2024) malam. (HENY/RADAR SAMPIT)

Lima saf barisan laki-laki dan lima saf barisan perempuan yang disekat tirai putih hampir memenuhi seisi ruangan masjid. Ibadah salat sunah tarawih sebanyak 20 rakaat dan witir dua rakaat salam plus satu rakaat salam yang dipimpin Imam Syamsudin berjalan dengan khidmat.

Meskipun anak-anak yang berada di saf barisan belakang mondar-mandir keluar masuk Masjid saling bercanda dengan teman sebayanya, hal itu tak memengaruhi jemaah dewasa melaksanakan ibadah salat.

Selain Imam Syamsudin dan Imam Rifansyah yang menjadi imam tetap di Masjid Syuhada, selama Ramadan tahun ini juga ada tambahan Imam yang juga jemaah aktif di Masjid Syuhada, yakni Ustaz  Abdoli, Ustaz Ansori, Ustaz Edy Mahyudin, Imam Haji Budi Setia Budi yang juga menjadi imam secara terjadwal.

masjid syuhada 2
Salat tarawih berjamaah di Masjid Syuhada, Rabu (27/3) malam.

Malam-malam Ramadan tak hanya dihidupkan dengan melaksanakan salat tarawih dan witir serta tadarus quran. Di malam ke-17 Ramadan ini, Masjid Syuhada juga mendatangkan penceramah, Ustaz Rahmat Eliyasa yang menyampaikan materi tentang malam Nuzulul Quran.

Nuzulul Quran adalah peringatan peristiwa penting dalam sejarah bagi umat islam. Pada momen ini, Alquran pertama kali diturunkan oleh Allah SWT melalui perantara Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad SAW bertepatan pada tanggal 17 Ramadan.

Alquran pertama kali diturunkan saat Rasulullah SAW berusia 40 tahun sekitar 608-609 Masehi. Kejadian itu terjadi saat Rasulullah berada di Gua Hira yang terletak sekitar 5 kilometer dari Makkah.

Wahyu pertama yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad berupa Surah Al Alaq ayat 1-5 yang kemudian diturunkan secara bertahap sesuai peristiwa yang mengiringnya selama 23 tahun.

Pada momen Lailalatul Qadar pada malam Ramadan, Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah menjadi Rasulullah dan sebagai nabi terakhir.

masjid syuhada 1
Ketua Takmir Masjid Syuhada Haji Burhanuddin (kiri) bersama Suryanto Pengurus Masjid Syuhada

”Bulan Ramadan, bulan di mana diturunkannya Alquran yang menjadi petunjuk bagi manusia. Maka, hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Nuzulul Quran adalah menjadikan Alquran satu-satunya pegangan dan pedoman kehidupan bagi seluruh umat Islam di dunia,” kata Ustaz Rahmat Eliyasa.

Ceramah berlangsung setelah selesai salat tarawih selama satu jam dan berakhir pukul 21.00 WIB. Usai ceramah, Ketua Takmir Masjid Syuhada keluar dari Masjid dan menyapa Radar Sampit yang sedari tadi telah menunggu di samping teras Masjid Syuhada.

Pria berumur 67 tahun itu sudah tak asing bagi Radar Sampit. Ternyata Ketua Takmir Masjid Syuhada bernama Burhanuddin, mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang pernah menjabat Kepala Bappeda Kotim dan pensiun atau purna tugas pada awal April 2018 lalu.

Pos terkait