Baamang Juara Festival Tandak Intan Kaharingan

foto berita society (hgn)
HENY/RADAR SAMPIT JUARA UMUM : Ketua Umum LPTIK Kalteng Prada didampingi Ketua LPTIK Kotim Agus Sanang menyerahkan piala kepada Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Baamang Robie Saputro sebagai peraih juara umum di Halaman Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (25/11).

SAMPIT, radarsampit.com – Kecamatan Baamang berhasil meraih juara umum dalam perlombaan Festival Tandak Intan Kaharingan XI yang digelar di Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit.

Kegiatan ini merupakan agenda yang diadakan rutin setiap tahun bagi umat Hindu Kaharingan. Di tahun ini, ada empat kategori yang dilombakan yaitu lomba kendayu perorangan, pembacaan kitab suci Panaturan, menandak dan lomba karungut yang diikuti sebanyak 104 peserta tingkat anak-anak hingga dewasa yang tersebar di 10 kecamatan di Kotim.

Bacaan Lainnya

“Selamat untuk Kecamatan Baamang. Terus berlatih karena juara 1 akan bertanding lagi dalam festival di tingkat provinsi pada November 2023,” kata Agus Sanang, Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Kotim, Jumat (25/11).

Agus mengatakan Kotim nantinya akan menjadi tuan rumah dalam Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat Provinsi Kalteng tahun 2023. Sedangkan Festival Tandak Intan tingkat kabupaten selanjutnya akan digelar di Kecamatan Telawang pada tahun 2024.

Baca Juga :  Tingkat Inflasi Kotim mulai Turun 

Dalam festival ini pemerintah menganggarkan Rp 100 juta. Namun, dengan anggaran yang ada itu hanya dapat melombakan empat kategori. Enam lomba lainnya ditiadakan karena tak cukup anggarannya.

Umat Hindu Kaharingan di Kotim berjumlah sekitar 30.000 jiwa yang tersebar di 13 kecamatan. Dari 17 kecamatan di Kotim, hanya ada 13 kecamatan yang ada umat Hindu Kaharingan, sedangkan lima kecamatan lainnya tidak ada.

Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Baamang Robie Saputro mengatakan, ada delapan peserta yang ikut lomba.  Dirinya tidak menyangka bisa meraih juara umum,  karena persiapan hanya satu bulan.

”Setelah ini kami terus memberikan pendampingan dan semangat kepada para peserta yang juara agar terus berlatih karena tahun depan akan bertanding melawang peserta dari seluruh kabupaten Se-Kalteng,” pungkas Robie. (hgn/yit)

Pos terkait