Bandar Arisan Bodong Natai Kerbau Diciduk Aparat 

Korban Merugi Hingga Puluhan Juta Rupiah

arisan bodong
ARISAN BODONG: Nida Royadah (depan kanan) tersangka arisan bodong di gelndang di Mapolres Kobar. (RINDUWAN/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Nida Royadah warga Desa Natai Kerbau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat harus berurusan dengan hukum setelah membuat anggota arisan bodongnya rugi puluhan juta.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, kasus arisan bodong di Kobar masih saja terjadi. Padahal telah banyak kasus yang terungkap. Satu persatu kasus arisan bodong mulai terungkap setelah adanya laporan korban.

“Seperti Putri Yunita yang menjadi korban arisan bodong Nida Royadah pada bulan Maret lalu. Korban mengalami kerugian puluhan juta akibat mengikuti arisan yang dijalankan tersangka,” katanya.

Kapolres juga menjelaskan bahwa Maret 2022 lalu, korban melihat status whatsapp dari tersangka yang berisi tentang menjual slot arisan dari peserta grup arisan yang dibentuknya.

Kemudian korban berminat untuk membeli arisan yang dijual tersangka dengan mengirimkan sejumlah uang dengan  total Rp.32.000.000.

“Untuk modus operandi tersangka yaitu memposting penjualan slot arisan di status whatsapp miliknya. Iming-iming penjualannya bahwa korban akan mendapatkan keuntungan besar,” kata Kapolres.

Lebih rinci, ada tiga kategori slot arisan yang dijual tersangka. Slot Arisan Get 20 Juta dijual dengan harga Rp15.000.000. Maka korban dijanjikan mendapatkan keuntungan Rp 5.000.000.

Baca Juga :  Si Kembar Siam dari Pangkalan Bun akan Dipisah di Surabaya

Kemudian Slot Arisan Get 15 Juta dijual dengan harga Rp12.000.000. Disini korban dijanjikan mendapatkan keuntungan Rp3.000.000.

Dan ketiga Slot Arisan Get 5 Juta dijual dengan harga Rp4.000.000 (empat juta rupiah) mendapatkan keuntungan Rp1.000.000.

Pos terkait