Taifik berharap aksi Sampit merespons ini dapat menyadarkan semua pihak untuk menyeriusi aksi balap liar.
“Satpol PP punya tugas menertibkan umum. Ini tidak hanya tugas polisi, tapi tugas bersama. Kami juga mengisi petisi menolak aksi balap liar. Ini akan kami bawa ke anggota DPRD dengan harapan pemerintah juga ikut andil menghentikan aksi balap liar di Kota Sampit,” ujarnya.
Ratusan massa melakukan orasi ditepian Jalan HM Arsyad untuk mendapatkan atensi dari masyarakat betapa benalunya aksi balap liar. “Kami berorasi kreatikal dan berikan pemahaman atas aksi balap liar yang merugikan masyarakat,” katanya.
Bahkan, di tengah kegiatan tersebut terjadi kecelakaan lalu lintas antarsesama pengendara motor yang dua-duanya dikemudikan oleh anak muda dibawah umur.
”Mereka tidak bawa helm dan kami menduga mereka juga ingin beraksi balapan liar malam ini, malah kecelakaan. Sudah kecelakaan pun mereka tidak jera,” ujarnya.
Pemuda yang mengalami insiden kecelakaan berhasil kabur. Namun, satu pemuda berhasil diamankan kepolisian. Kendaraan motor Suzuki Spin ditahan polisi dan pelaku sudah dipulangkan setelah diinterogasi polisi.
Sebelumnya, kegiatan gerakan Sampit merespons menolak balap liar sudah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari pihak kepolisian. Taufik bersama Wawan selaku Penanggungjawab Komunitas Motor di Sampit, Muhammad Faisal selaku Owner Kedai Jingga dan Hendriono selaku pemilik usaha Bejaku Barber Studio dan M Faisal telah bersilaturahmi ke Polres Kotim.
Dari pertemuan Kamis (2/6) sore, mereka disambut Kapolres Kotik AKBP Sarpani, Kasat Intelkam Polres Kotim AKP Ambar Sumanto dan Kasatlantas Polres Kotim AKP Salahiddin.
“Kami sudah melakukan konsolidasi dan sudah menyurati Polres Kotim terkait rencana kegiatan kami. Alhamdulillah, Kapolres, Kasat Intel dan Kasatlantas mendukung penuh atas kegiatan yang sudah kami rencanakan. Pada dasarnya, gerakan ini kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat yang merasa resah dengan aksi balap liar,” tandasnya. (hgn)







