Berkunjung dan Berwisata ke Lapas Kelas III Sukamara

Tersedia Agrowisata, Jadi Tempat Swafoto dan Sarana Edukasi Pelajar

Lapas Sukamara
AGROWISATA: Sejumlah anak-anak berkunjung ke agrowisata mini Lapas Sukamara untuk rekreasi sembari belajar berkebun. (FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sukamara tak hanya tempat hukuman bagi pelaku kriminal. Di tempat itu, pengunjung bisa berwisata sambil menikmati aneka buah-buahan dan sayuran.

FAUZIANNUR, Sukamara | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Lapas Kelas III Sukamara beroperasional tahun 2017. Lokasi di pinggiran kota Sukamara, di Desa Sedawak, Kecamatan Sukamara. Dibangun di tengah hutan dan pinggiran perkebunan kelapa sawit.

Menuju lokasi, akses jalan harus melewati perkebunan kelapa sawit itu. Jalan sebagian masih berupa timbunan tanah dan sedikit beraspal.

Di sekitar Lapas yang jauh dari permukiman penduduk dan masih berupa hutan, dimanfaatkan Kepala Lapas Joko Prayitno. Hutan seluas tiga haktare disulap menjadi kebun agrowisata. Ditanam bermacam tanaman buah, dibangun kolam ikan. Ditata seindah mungkin, sehingga pengunjung bisa berswafoto.

”Luas lahan sekitar tiga hektare. Ditanam buah-buahan dan sayur-sayuran,” kata Joko Prayitno.

Selain ditanam buah-buahan, pemandangan lokasi kian indah dengan tanaman sayur dan bunga. Ada tempat bersantai bagi pengunjung. Pintu gerbang masuk dipercantik dan beberapa titik lokasi disediakan untuk berswafoto.

Baca Juga :  CATAT!!! Asal Terdaftar JKN, Pakai KTP Tetap Dilayani

Setelah dibuka, warga Sukamara pun sudah mulai berkunjung. Kesan angkernya Lapas itu pun mulai menghilang.

Menurut Joko, ide membuat agrowisata itu muncul ketika melihat potensi lahan sekitar Lapas yang cukup luas. Ide itu juga sempat diutarakan di Kemenkumham RI dan mendapat respons positif.

Niatnya hanya mengikis kesan ngerinya Lapas dan meningkatkan kesan positif Lapas. Sekaligus menjadikan program food estate prison kelembagaan, serta tempat pengajaran dan pembinaan warga binaan yang telah memenuhi syarat di luar Lapas.

”Pembangunan agrowisata melibatkan beberapa warga binaan yang sudah memenuhi syarat. Saat bekerja, mereka dalam pengawasan ketat petugas. Diharapkan mereka bisa mendapatkan keahlian budidaya tanaman, agar saat bebas bisa diterima dan menularkan imu pengetahuannya kepada masyarakat,” ujar Joko Prayitno.

”Agrowisata ini milik masyarakat Sukamara dan kami berharap budidaya ini bisa menginspirasi masyarakat melakukan budidaya tanaman, selain kebun kelapa sawit,” katanya.



Pos terkait