Bupati Kotim Minta Perbankan Arahkan CSR untuk Korban Banjir

bupati kotim imbau perbankan
ARAHAN: Bupati Kotim Halikinnor memberikan arahan usai meninjau kondisi banjir, sekaligus penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Desa Sebabi Kecamatan Telawang, Senin (26/10). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengimbau perbankan mengarahkan pelaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk membantu korban bencana alam, seperti banjir yang saat ini masih melanda sejumlah kecamatan. Pemulihan korban bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga perbankan maupun perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah ini.

Halikinnor juga memberikan apresiasi kepada bank maupun perusahaan yang selama ini memiliki empati dan  kepedulian sosial untuk membantu kesulitan warga yang terdampak banjir.

Bacaan Lainnya

”Semoga ke depan semakin banyak bank maupun perusahaan lainnya yang tergerak membantu warga terdampak banjir. Sebab, semua perusahaan punya kewajiban menyalurkan CSR,” tuturnya.

Halikinnor telah menginstruksikan pemerintah kecamatan hingga desa untuk membantu warga terdampak banjir serta warga tidak mampu yang terimbas meskipun rumahnya tidak terendam air.

Baca Juga :  Pemain Proliga Ramaikan Turnamen Voli di Sampit

“Saya sudah instruksikan tidak hanya masyarakat yang korban banjir, tapi juga masyarakat yang terimbas akibat banjir,” tandasnya.

Halikinnor menyatakan, banjir telah melanda sejumlah wilayah dalam beberapa bulan terakhir ini. Dia bahkan melihat sendiri bagaimana perkebunan sawit, karet, dan rotan terendam. Kondisi ini berimbas kepada mata pencaharian warga.

“Waktu meninjau banjir naik speed boat, banyak sekali kebun sawit, kebun karet, dan rotan masyarakat yang terendam dan tidak mungkin mereka menyadap karet pada saat banjir. Kalau berbulan-bulan, bagi yang memiliki tabungan mungkin sudah menipis itu. Jadi saya minta bantu juga mereka, bantu beras,” pungkasnya.

Untuk itu, Halikinnor juga meminta camat, lurah, kepala desa yang wilayahnya terdampak banjir untuk memonitor warganya agar jangan sampai ada yang kelaparan. (yn/yit)

Pos terkait