Cegah Intoleran dan Paham Radikal di Habangkalan Penyang Karuhei Tatau

Gerdayak Gumas Dukung Penanganan Covid-19 dan Ajak Lestarikan Alam

Ketua Gerdayak Kabupaten Gunung Mas Jhon Tristiandar alias Deboy.

GUNUNG MAS – Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menolak paham radikalisme dan kekerasan. Dengan menekankan dan mengajak menjaga, memelihara, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ditekankan,  bahwa radikal dan Intoleransi di Bumi Isen Mulang, Bumi Pancasila tidak boleh hidup, apalagi berkembang sekecil apapun. Disisi lain diharapkan agar masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah umumnya dan Gunung Mas khususnya,  dapat menjadi pelopor pembangunan.

Penekanan itu diutarakan oleh Ketua Gerdayak Kabupaten Gunung Mas Jhon Tristiandar alias Deboy, Senin (11/10). Ditegaskannya, Gerdayak mengajak masyarakat mengantisipasi Paham Terorisme, Radikalisme, dan Intoleran di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, Kabupaten Gunung Mas.

“Gerdayak mendukung segala kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang. Namun tegas dan lugas menolak paham radikalisme dan intoleran maupun terorisme di seluruh wilayah Gunung Mas, tanpa terkecuali. Maka itu kami mengajak memelihara, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Dia juga  mengatakan, di Kalteng, khususnya Gumas , masyarakat ingin hidup damai dalam kebhinekaan dan bebas dari paham radikalisme, kekerasan dan intoleran.

“Kami juga siap menjaga pemerintahan mendukung aparat penegak hukum untuk menjaga demi terciptanya suasana yang kondusif di wilayah NKRI. Jangan sampai nilai Pancasila luntur karena pemahaman radikal intoleransi. Tidak kalah pentingnya,kami  mendukung Polri dalam memberantas terorisme, radikalisme maupun intoleransi,” paparnya.

Jhon Tristiandar melanjutkan,  mereka juga mengajak masyarakat untuk taat dan patuh terhadap protokol kesehatan, dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Sebab, salah satu cara antisipasi sebaran virus tersebut adalah prokes. Selain itu ikut mendukung percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Gumas.

“Gunakan masker, jauhi kerumunan, cuci tangan dan kurangi mobilitas. Dan hal terpenting ikuti vaksinasi karena sehat dan aman.Ingat penggunaan masker 65 lebih mencegah terpapar Covid-19,” sebutnya.

Jhon  menambahkan, pihaknya juga mendukung pelestarian lingkungan, sehingga dampak rawan banjir akibat penebangan liar bisa diantisipasi. Sebab, upaya tersebut sangat positif demi menjaga kelestarian alam. Jika sampai terjadi banjir, dampaknya cukup besar. Tidak hanya mengganggu kesehatan, ekonomi, pendidikan, tapi juga lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *