Datangi Lansia dan Penyandang Disabilitas

Jalankan Vaksinasi Covid-19 di Rumah

DATANGI SASARAN VAKSINASI: Tenaga kesehatan Puskesmas Sambi dan Polsek Aruta serta pemerinyah Desa Panahan, Kecamatan Arut Utara menyambangi salah seorang warganya yang mengalami kendala fisik untuk disuntik vaksin dosis pertama, Senin (27/9) (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Keterbatasan fisik yang dialami para Lanjut Usia (Lansia) dan penyandang disabilitas menjadi kendala yang dihadapi oleh Polsek Aruta dan Puskesmas Sambi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang digelar di aula Kantor Desa Panahan, Kecamatan Aruta, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Padahal percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok bagi masyarakat bukan hanya di Kota Pangkalan Bun, tetapi di seluruh pelosok desa di Kotawaringin Barat ditargetkan untuk terlaksana dengan cepat.

Bacaan Lainnya

Kendala yang dihadapi tersebut memotivasi tenaga kesehatan dari Puskesmas Sambi dan Polsek Arut Utara menyambangi warganya yang masuk dalam kategori lansia dan penyandang disabilitas di Desa Panahan untuk disuntik vaksin Covid-19.

Sistem door to door tersebut dinilai ampuh, karena hampir semua lansia dan penyandang disabilitas desa tersebut akhirnya dengan sukarela disuntik vaksin jenis Sinovac.

Kapolsek Arut Utara, Ipda Agung Sugiharto mengatakan, inisiasi untuk menyambangi warga mereka yang diketahui tidak bisa hadir ke tempat pelaksanaan vaksinasi dosis pertama, merupakan sebuah langkah percepatan untuk membentuk kekebalan kelompok masyarakat di Desa Panahan.

“Kita bersama pemerintah desa dan nakes Puskesmas Sambi mendatangi satu persatu warga yang diketahui mempunyai keterbatasan fisik serta berusia lanjut, dan di rumah mereka masing-masing kita berikan suntikan Vaksin Sinovac dosis pertama,” ujarnya, Selasa (28/9).

Dalam kegiatan vaksinasi dosis pertama tersebut, pihaknya menyiapkan sebanyak 300 dosis, dan sebanyak 264 penerima sasaran tervaksin pada hari itu, terdiri dari masyarakat umum sebanyak 249 orang dan lansia serta penyandang disabilitas sebanyak 15 orang.

Ia berharap pola dari pintu ke pintu yang dilaksanakan di Desa Panahan dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya di Kecamatan Arut Utara agar pencapaian kekebalan kelompok dapat cepat terbentuk.

“Pola jemput bola terhadap penerima sasaran vaksin harus kita lakukan, karena mereka terkendala fisik, jadi harus kita yang datang ke rumah mereka,” pungkasnya. (tyo/sla)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *